Pensiunan ASN di Magetan Jadi Korban Perampokan pada Malam Takbiran

"Maaf ya, kami masih trauma soal itu. Silahkan tanyakan ke Polres saja," kata korban Bambang menolak diwawancarai.

Jun 18, 2024 - 17:58
Pensiunan ASN di Magetan Jadi Korban Perampokan pada Malam Takbiran
Kondisi rumah pensiunan ASN Magatan yang disatroni perampok saat malam takbiran. Nusadaily/ Riyanto

Magetan, Nusadaily.com - Rumah mewah berlantai dua di jalan raya Magetan - Maospati desa Sugihwaras Kecamatan Maospati milik pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN) korban dugaan perampokan pada malam takbiran kemaren, Senin (17/06/2024) tertutup rapat. Diketuk berkali kali namun tidak ada jawaban dari dalam rumah. 

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun media ini, rumah tersebut dihuni Bambang Setiawan mantan kepala dinas PUPR Magatan dan keluarganya. Ia menjadi korban perampokan pada malam takbiran, sekitar pukul 02.30 WIB. 

Seluruh penghuni rumah sempat disandra perampok, meski akhirnya dilepaskan. Setelah itu anak korban melaporkan peristiwa yang meninpanya ke Polsek Maospati. 

Kapolsek Maospati, Kompol Haris Prabowo saat dikonfirmasi membenarkan laporan dugaan perampokan tersebut. "Benar ada laporan dugaan perampokan di rumah tersebut ya. Namun kasusnya ditangani Polres Magatan," kata Kompol Prabowo kepada nusadaily.com melalui pesan singkat, Selasa (18/06/2024). 

Olah TKP, lanjutnya, sudah dilakukan Satreskrim Polres Magatan setalah salat Id kemaren. Hasilnya seperti apa, ia menyarankan untuk menanyakan kepada penyidik polres. 

Petang ini, rumah korban tampak terbuka dan telihat aktivitas, namun Bambang Setiawan, korban engan dimintai keterangan soal dugaan perampokan yang menimpanya. Ia mengaku masih trauma. 

"Maaf ya, kami masih trauma soal itu. Silahkan tanyakan ke Polres saja," kata Bambang. 

KBO Satreskrim Polres Magetan, Iptu Agus Setiawan, saat dikonfirmasi belum dapat memberikan keterangan kerugian yang diderita korban dugaan perampokan tersebut. Ia berdalih masih dalam proses penyelidikan. 

"Masih kami lidik ya, olah TKP sudah kita lakukan usai salat Id kemaren. Total kerugian belum dapat juga kita sampaikan. Maaf ya tunggu perkembangan penyelidikan," Agus memungkasi. (nto).