Pengelola Pertimbangkan Konser BLACKPINK dan Raisa Tetap Diadakan di GBK

Direktur Utama Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPKGBK), Rakhmadi Afif Kusumo, mempertimbangkan konser BLACKPINK dan Raisa di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) tetap bisa digelar pada 2023.

Pengelola Pertimbangkan Konser BLACKPINK dan Raisa Tetap Diadakan di GBK
BLACKPINK

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Direktur Utama Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPKGBK), Rakhmadi Afif Kusumo, mempertimbangkan konser BLACKPINK dan Raisa di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) tetap bisa digelar pada 2023.

"Masih dipertimbangkan, dan semoga itu bisa terlaksana dengan baik. Insyaallah dalam waktu dekat, saya belum bisa jawab hari ini, tapi kalau kita lihat sendiri, saudara-saudara bisa cek, di Qatar sendiri ada konser menjelang World Cup," kata Rakhmadi.

"Hal-hal ini sebenarnya sudah disampaikan ke beberapa pihak untuk menggelorakan, bahwa kita punya U-20 di Indonesia, itu yang patut kita dukung, patut kita banggakan, bisa mendorong untuk beberapa pihak," ucapnya menambahkan.

BACA JUGA : APMI Buka Suara Terkait Konser BLACKPINK di Indonesia pada...

BLACKPINK dijadwalkan menjalani konser di GBK pada 11-12 Maret 2023, sedangkan Raisa pada 25 Februari 2023. Namun konser ini terancam batal, ditunda, atau dipindahkan lokasi karena GBK tak boleh digunakan, menurut Menpora Zainudin Amali beberapa waktu lalu.

Pasalnya GBK akan menjadi lokasi pelaksanaan Piala Dunia U-20 2023. Kejuaraan milik FIFA ini akan berlangsung pada 20 Mei hingga 11 Juni 2023. Disebutkan bahwa GBK harus sudah steril sejak enam bulan sebelum pelaksanaan.

Mengenai hal ini, PPKGBK akan bertemu dengan Kemenpora. Kegiatan non-olahraga di GBK dianggap sebagai salah satu pemasukan yang bisa menutupi biaya operasional. Ini karena biaya operasional komplek GBK tak ditanggung negara.

BACA JUGA : Menpora Larang GBK Dipakai pada 2023, Konser BLACKPINK...

Dalam sebulan, disebutkan Rakhmadi, biaya operasional komplek GBK mencapai Rp20 miliar. Karenanya PPKGBK menyewakan fasilitas yang ada untuk kegiatan non olahraga. Kendati demikian kualitas fasilitas akan dijaga ketat.

"Saya perlu cerita dulu bahwa GBK itu merupakan BLU [Badan Layanan Umum] di bawah Kemensetneg. Memang benar ini adalah kawasan milik negara, dan kami adalah satker [satuan kerja] di bawah Kemensetneg," ujar Rakhmadi pada Selasa (8/11).

"Tapi perilaku institusi BLU adalah kami memberikan pelayanan umum terhadap masyarakat pada khalayak banyak. Kami juga harus memberikan ruang-ruang dan kesempatan agar budaya, ekonomi kreatif dan olahraga bisa maju berbarengan," katanya.(lal)