Pencarian Korban Cianjur, Polisi Kerahkan Drone untuk Sisir Lokasi Desa Terisolir

Koordinator Tim SAR Vertical Rescue Satlat Korps Brimob, Kombes Rantau Isnur Eka mengatakan tim khusus tersebut telah dibekali sejumlah drone untuk melakukan pencarian.

Pencarian Korban Cianjur, Polisi Kerahkan Drone untuk Sisir Lokasi Desa Terisolir
Polisi akan menggunakan drone untuk melakukan pencarian korban gempa Cianjur.

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Polisi mengerahkan tim khusus guna menyisir lokasi pengungsian warga yang masih terisolir pasca gempa Cianjur, Senin (21/11).

Koordinator Tim SAR Vertical Rescue Satlat Korps Brimob, Kombes Rantau Isnur Eka mengatakan tim khusus tersebut telah dibekali sejumlah drone untuk melakukan pencarian.

Selain itu, Tim Khusus itu nantinya juga akan menggunakan helikopter milik Polairud untuk melakukan penyisiran di lokasi-lokasi yang masih belum dapat ditembus kendaraan.

"Jadi kami mengirim tim kecil ini menggunakan alat transportasi helikopter dari Polairud, dimana tim juga telah membawa perlengkapan drone untuk mencari kemungkinan adanya shelter-shelter warga," ujarnya kepada wartawan, Sabtu (26/11).

BACA JUGA : Waduh! Pengungsi Korban Gempa Cianjur Diserang Dehidrasi...

Isnur menjelaskan nantinya tim khusus itu bakal segera melaporkan temuan pengungsian warga ke Posko Brimob atau Posko Induk Polda Jawa Barat. Setelahnya, kata dia, tim lanjutan yang akan bergerak melakukan penyelamatan pada warga.

Isnur mengaku optimis tim khusus dapat memberikan pelbagai informasi yang lebih akurat terkait proses pencarian warga. Terlebih tim drone itu bakal terus mencari lokasi pengungsian selama satu minggu ke depan.

"Kita sudah membawa bekal untuk 6 hari perjalanan," ujarnya.

Sementara itu, Isnur menjelaskan tim yang ada di Posko juga bakal mencari informasi terkait baik secara lisan dari warga setempat maupun informasi yang beredar di media social.

BACA JUGA : Viral Aksi Pencopotan Label Gereja di Tenda Bantuan untuk...

"Nanti media itu bakal kita saring lagi semua informasinya," tuturnya.

Adapun data terkini milik Tim SAR Satlat Brimob sisa tiga lokasi desa yang masih terisolir yakni Kampung Kadu Gede, Pasir Manggu, dan Pasar Tunagan.

Berdasarkan data per Sabtu (26/11), BNPB menyebut total korban dalam bencana tersebut telah mencapai 310 jiwa. Sementara 14 warga dikabarkan masih hilang imbas gempa berkekuatan magnitudo 5,6 tersebut.

BNPB juga mencatat sebanyak 4.630 orang mengalami luka-luka dan 73.693 orang harus mengungsi. Sebanyak 58.094 rumah warga dilaporkan rusak meliputi kerusakan ringan hingga berat.(lal)