Pemotor di Probolinggo Copot Pelat Nomor, Sahroni: Jangan Anggap Remeh Soal Larangan Tilang Manual

Wakil Ketua Komisi III DPR RI fraksi NasDem Ahmad Sahroni meminta pengendara tidak menganggap remeh arahan Kapolri

NUSADAILY.COM – JAKARTA - Viral pemotor di Probolinggo, Jawa Timur (Jatim) ramai-ramai mencopot pelat nomor untuk menghindari kamera tilang elektronik atau e-TLE. Wakil Ketua Komisi III DPR RI fraksi NasDem Ahmad Sahroni meminta pengendara tidak menganggap remeh arahan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo soal larangan tilang manual.

"Bagi para pengendara jangan anggep remeh juga atas imbauan Kapolri untuk tidak boleh menilang tapi pengendara malah seenaknya. Pengendara wajib tahu aturan yang berlaku sesuai aturan yang berlaku," kata Sahroni kepada wartawan, Rabu (2/11/2022).

Dilansir dari detik.com, Sahroni meminta pengendara yang tidak memasang pelat nomor untuk menghindari e-TLE itu ditindak. Dia menyebut perlu diberikan teguran tertulis kepada pengendara.

BACA JUGA : Kapolri Larang Tilang Manual, Pemotor di Probolinggo Ramai Copot Pelat Kendaraan

"Kalau memang benar dilakukan oleh masyarakat demikian harus ditindak dan diberi teguran surat sebagaimana arahan Pak Kapolri," jelasnya.

Sahroni menilai para pelanggar harus diberikan edukasi. Akan tetapi, kata dia, jika yang bersangkutan masih melanggar, maka harus diberikan teguran keras.

"Pelanggar wajib dikasih teguran dan dikasih informasi terkait aturan yang berlaku. Bilamana tidak diindahkan baru langkah selanjutnya Kepolisian setempat berikan teguran keras," jelasnya.

Ramai Pemotor Probolinggo Copot Pelat

Kapolri telah melarang pemberlakuan tilang secara manual. Seiring penegakan aturan lalu lintas secara elektronik melalui e-TLE, terpantau masih banyak pengguna jalan di Kota Probolinggo yang tidak tertib berlalu lintas.

BACA JUGA : Tilang Manual Tak Berlaku, Pelanggar Lalu Lintas di Bogor Diberi Sanksi Baca Alquran

Pelanggaran lalu lintas didominasi pengendara sepeda motor. Mulai dari motor yang tidak sesuai spesifikasi alias protolan, hingga tanpa pelat nomor agar terhindar dari sorotan kamera e-TLE yang terpasang di beberapa titik perempatan traffic light di sejumlah jalan.

Salah satunya adalah Arif Maulana Rosyadi (24), warga Kota Probolinggo yang tidak memakai helm dan pelat nomor dilepas hingga akhirnya dihentikan oleh petugas. Ia mengaku mencopot pelat nomor supaya motornya tidak terekam kamera e-TLE.

"Saya telah melanggar tidak pakai helm dan plat nomor motor dilepas agar tidak terekam kamera e-TLE. Dan saya berjanji tidak akan melanggar kembali, dan tertib berlalu lintas sesuai yang saya tulis dalam surat teguran tertulis," kata Arif kepada petugas Satlantas Polres Probolinggo Kota.(ros)