Pemkot Malang dan Keluarga Besar Pendidikan Kota Malang Gelar Doa Bersama untuk Tragedi Kanjuruhan

Wali Kota Malang, Sutiaji mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan tepat tujuh hari usai terjadinya insiden yang menyebabkan sedikitnya 131 Aremania meninggal dunia. “Karena itu juga ada anak kecil, ada siswa juga korbannya. Walaupun begitu, semua kita doakan bersama,” ujarnya ditemui usai kegiatan.

Pemkot Malang dan Keluarga Besar Pendidikan Kota Malang Gelar Doa Bersama untuk Tragedi Kanjuruhan
Wali Kota Malang Sutiaji saat memimpin Panjatan Do’a Jum’at pagi secara hybrid. Foto / Feni Yusnia

NUSADAILY.COM – MALANG - Pemerintah Kota Malang kembali menggelar doa bersama atas Tragedi Kanjuruhan. Kali ini, tetap di kemas dengan acara Panjatan Doa, Keluarga Besar Pendidikan Kota Malang hingga SD, SMP, SMA/K baik negeri maupun swasta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan secara hybrid di NCC Kota Malang, Jumat (7/10/2022).

BACA JUGA : Penolakan Ada Dimana-mana Usai Pemkot Malang Berencana Bangun SMP Negeri Baru

Wali Kota Malang, Sutiaji mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan tepat tujuh hari usai terjadinya insiden yang menyebabkan sedikitnya 131 Aremania meninggal dunia. “Karena itu juga ada anak kecil, ada siswa juga korbannya. Walaupun begitu, semua kita doakan bersama,” ujarnya ditemui usai kegiatan.

Terlebih, orang nomor satu di Kota Malang tersebut masih menyesalkan insiden yang terjadi malam itu. Sebab, meskipun bola memang bisa menimbulkan kefanatikan, namun tak perlu sampai menimbulkan korban jiwa. “Harusnya bola menjadi industri yang kita kuatkan dengan baik,” sambung dia.

Perihal sudah ditetapkan enam tersangka atas Tragedi Kanjuruhan, ia juga menyampaikan terimakasih kepada pihak kepolisian dan mendukung penuh Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) untuk mengusut tuntas kejadian tersebut.

“Sebagai warga negara, tentu kami mendukung atas apa yang sudah disampaikan oleh Pak Kapolri yang sudah menetapkan tersangka, disisi lain masih ada tim pencari fakta yang bergerak cepat. Saya ucapkan terimakasih. Selanjutnya tinggal menunggu, kita percayakan pada negara kita,” kata dia.

Ia juga tekankan agar masyarakat menyuarakan suaranya sesuai dengan prosedur yang telah ditentukan. “Kita percayakan pada yang berhak dan berwenang dalam hal ini. Juga, jangan ada stigma bahwa Malang itu rusuh, karena saya ngga terima,” tegas Sutiaji.

BACA JUGA : Ketika Pemkot Malang Berencana Membangun SMP Negeri Baru, Penolakan Menggema Dimana-mana

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Suwarjana, menambahkan bahwa sejauh ini memang ada satu siswa kelas XI dari SMPN 8 Kota Malang atas nama Daffa Fahrudin Wijaya yang meninggal dunia dan menjadi korban Tragedi Kanjuruhan.

“Maka, kegiatan ini untuk mengenang para korban, kebetulan hari Jumat. Juga untuk mengingatkan anak-anak kita biar tidak terjadi bully dan sebagainya,” tandas dia.(roi)