Pemkab Situbondo Gelontor Rp4,3 Miliar untuk Bansos BBM

Bansos BBM ini nantinya berupa uang tunai Rp300 ribu selama dua bulan. Yakni Oktober dan November.

NUSADAILY.COM - SITUBONDO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo melalui Dinas Sosial (Dinsos) bakal menyalurkan bantuan sosial (Bansos) BBM dengan total anggaran sebesar Rp4,3 miliar. Tujuannya untuk meringankan beban masyarakat dan penanggulangan dampak inflasi akibat kenaikan harga BBM.

Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) pada Dinsos Situbondo, Heri Cahyono, mengatakan Bansos BBM ini nantinya berupa uang tunai Rp300 ribu selama dua bulan. Yakni Oktober dan November.

"Kemudian juga berupa paket sembako," ujarnya kepada Nusadaily.com, Selasa, 11 Oktober 2022.

BACA JUGA: Tujuh Poktan Situbondo Bakal Dapat Bantuan Alat Jemur Tembakau

Lebih lanjut, pria 55 tahun menyampaikan realisasi Bansos BBM tinggal menunggu persetujuan Gubernur Jawa Timur.

"Kalau sudah turun (persetujuan Gubernur) baru kami akan mendata calon penerima Bansos BBM," imbuhnya.

Mantan Kasi Disabilitas pada Dinsos Situbondo ini mengungkapkan, ada tiga sasaran penerima Bansos BBM. Mulai dari objek online (Ojol) maupun konvensional, pelaku UMKM dan nelayan.

"Selain itu, kami juga bakal memberikan subsidi untuk sektor transportasi angkutan umum di daerah. Dan penciptaan lapangan kerja baru," bebernya.

Heri menjelaskan, data calon penerima Bansos BBM nantinya diambil dari paguyuban Ojol maupun konvensional, pelaku UMKM dan komunikasi nelayan. "Kemudian data itu akan kami verivikasi ulang untuk memastikan penerima Bansos agar tepat sasaran," tegasnya.

Heri memastikan penerima Bansos BBM bukan keluarga penerima manfaat (KPM) PKH dan BPNT Kemensos. Kami ingin Bansos ini penerimanya merata. Karena yang terdapat kenaikan BBM semua masyarakat," tuturnya.

Untuk Bansos BBM yang uang tunai, pihaknya berencana menggandeng Bank Jatim.

"Jadi nanti langsung ditransfer ke rekening masing-masing penerima. Sementara itu, untuk yang paket sembako kami melibatkan pemerintah desa (Pemdes)," beber Heri.

Lebih jauh, Heri memprediksi Bansos BBM tersebut akan disalurkan pada bulan Oktober atau November 2022.

"Yang penting persetujuan Gubernur Jatim turun baru kami ekseskusi," pungkas pria 55 tahun ini.

BACA JUGA: Ini Harga BBM Terbaru Pertamina, Shell, VIVO, BP, Paling Murah Mana?

Informasi tambahan, Pemkab Situbondo senantiasa mengajak masyarakat untuk ikut memberantas peredaran rokok ilegal. Sebab keberadaan rokok ilegal sangat merugikan negara. Karena tidak memberikan pemasukan dari sektor cukai. Sehingga berdampak terhadap penerimaan pemerintah daerah dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT).

Sementara itu, jumlah DBHCHT Pemkab Situbondo tahun 2022 sebesar Rp55.748.515.000. Dana tersebut dikelola oleh beberapa OPD. Di antaranya Dinsos, Diskoperindag, Disnaker, Dispertangan, Dishub, dan Dinas PUPP, Satpol PP, RSUD dr Abdoer Rahem, RSUD Besuki, serta RSUD Asembagus.

Dana jumbo tersebut digunakan untuk pembangian BLT, pelatihan kerja, pembagian pupuk urea gratis kepada petani, pemasangan PJU, pembangunan RTLH, progam Tolop (tutup lubang), pembangunan jamban keluarga, progam sehat gratis (Sehati), penurunan angka stunting, pengadaan alat kesehatan (Alkes), rehap gedung rumah sakit, sosialisasi tentang cukai dan operasi pasar rokok ilegal. (fat/adv/lna)