Pemkab Malang Digugat, Bupati Jadi Tergugat I Objek Pasar Hewan Pakis

May 22, 2024 - 19:42
Pemkab Malang Digugat, Bupati Jadi Tergugat I Objek Pasar Hewan Pakis

NUSADAILY.COM - MALANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang digugat di Pengadilan Negeri Kepanjen. Penggugatnya Nur Yusuf, ahli waris dari (alm) Imam Qurtubi, warga Kelurahan Buring, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.

 

Gugatan dilayangkan pada awal Mei 2024 melalui dua kuasa hukumnya, yakni Rudy Sanjaya Arief, SH serta Cuwik Liman Wibowo, SH, M. Hum dengan nomor: 61/Pdt.G/2024/PN.Kpn. Ada 10 orang yang menjadi tergugat. Diantaranya Bupati Malang (tergugat I), Sekda Kabupaten Malang (tergugat II), Badan Keuangan dan Aset Daerah (tergugat III), serta beberapa tergugat lain seperti Dinas Perindustrian Perdagangan, Camat dan Kepala Desa Pakiskembar, Kecamatan Pakis.

 

"Sidang pertama gugatan sudah berlangsung Selasa (21/5/24) kemarin. Namun hanya dihadiri tergugat Kepala Desa serta Camat yang diwakili oleh Wakil Camat," ujar Cuwik Liman Wibowo, SH, M. Hum, ditemui di Pengadilan Negeri Kepanjen, Rabu (22/5/24).

 

Karena banyak pihak tergugat yang tidak hadir, lanjut Cuwik, hakim memutuskan untuk menunda persidangan. Dijadwalkan sidang akan dilanjutkan pada Selasa (28/5/24) dengan agenda memanggil semua pihak tergugat yang belum hadir.

 

Berdasarkan materi gugatan, Cuwik menjelaskan bahwa penggugat adalah ahli waris sah dari (alm) Imam Qurtubi. Pemilik sebidang tanah Yasan jenis pertanian dengan leter C nomor: 2156, persil nomor: kelas S II dengan luas 1.770 meter persegi atas nama (alm) Imam Qurtubi.

 

Sebidang tanah itu, berasal dari tanah adat milik adat yaitu seluas 950 meter persegi, leter C nomor: 1634, persil nomor: 25 blok S II sebagaimana Akta Jual Beli nomor: 459/PPAT-PKs/VII/1996. Dan, tanah seluas 820 meter persegi, leter C nomor: 2156, persil nomor: 25 blok S II, sebagaimana Akta Jual Beli nomor: 460/PPAT-PKs/VII/1996.

 

"Tanah tersebut telah dikuasi oleh Pemkab Malang dengan difungsikan sebagai Pasar Hewan. Bahkan diduga telah tercatat dalam inventaris atau aset Pemkab Malang," terang Cuwik.

 

Cuwik melanjutkan, bahwa gugatan yang dilayangkan oleh penggugat, lantaran para tergugat dianggap telah melakukan perbuatan melawan hukum atas penggunaan dan penguasaan tanah tersebut.

 

"Apalagi penggugat merasa bahwa pemilik tanah, yakni (alm) Imam Qurtubi tidak pernah menjualnya. Bukti yang dimiliki oleh penggugat adalah surat AJB (Akta Jual Beli) asli yang masih dipegang," paparnya.(ap/wan)