Pemkab Banyuwangi Tangani Stunting, Calon Pengantin

Di Desa Wringinputih, Kecamatan Muncar, misalnya. Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengunjungi balita stunting di desa itu.

Pemkab Banyuwangi Tangani Stunting, Calon Pengantin
Tangani Stunting, Calon Pengantin di Banyuwangi

NUSADAILY.COM – BANYUWANGI - Pemkab Banyuwangi menggenjot upaya penanganan stunting dengan melibatkan berbagai pihak. Penekanan ini harus dilakukan untuk membuat angka stunting terus menurun.

Pasalnya, Pemkab Banyuwangi membuat skala prioritas untuk penurunan masalah stunting ini. Sehingga keterlibatan berbagai pihak menjadi hal utama dalam penanganan ini. Termasuk melibatkan calon pengantin.

BACA JUGA ; Korban Kalibaru Banyuwangi, Bupati Ipung Ingatkan Soal...

Di Desa Wringinputih, Kecamatan Muncar, misalnya. Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengunjungi balita stunting di desa itu.

Ipuk meninjau perkembangan balita berusia 18 bulan tersebut. Meskipun telah berangsur normal, namun Ipuk meminta kepada orang tua dan tenaga kesehatan yang bertugas untuk terus memantau tumbuh kembang balita tersebut.

 “Selalu pantau perkembangannya. Beri makanan yang bernutrisi tinggi. Di Muncar banyak ikan, itu jadikan asupan putranya karena gizinya tinggi,” kata Ipuk kepada orang tua balita tersebut.

Begitu pula, Ipuk mengingatkan kepada tenaga medis agar turut proaktif kepada warga. Termasuk melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak.

BACA JUGA ; Pemkab Banyuwangi Bal Rekonstruksi 36 Jembatan Pada 2023

“Untuk tenaga kesehatan, harus rutin datang jemput bola memeriksa tumbuh kembangnya. Pemerintah tidak bisa sendiri dalam penanganan stunting ini. Diperlukan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk bergotong royong menekan stunting di Banyuwangi,” kata Ipuk.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi Amir Hidayat menambahkan, pemberian PMT merupakan hasil kolaborasi lintas OPD. PMT, lanjut Amir, diberikan sesuai kondisi anak dan faktor penyebab stunting.

Misalnya, bagi penderita stunting di usia kurang dari 2 tahun, diberikan bahan pangan berprotein tinggi dengan harapan kondisinya segera membaik. “Selain PMT, mereka juga diintervensi sesuai faktor penyebabnya. Misalnya, dibangunkan MCK jika alasan stunting karena lingkungan,” kata Amir.

Selain penanganan, Pemkab juga telah melakukan sejumlah upaya preventif. Mulai melakukan pendampingan kepada remaja putri, calon pengantin, hingga ibu hamil beresiko tinggi.(ris)