Pelaku Penembakan di Parkland AS Lolos dari Hukuman Mati

Nikolas Cruz membunuh 17 orang di Parkland pada Hari Valentine 2018. Juri sekarang telah merekomendasikan hukuman penjara seumur hidup. Jaksa telah menyerukan eksekusinya.

Pelaku Penembakan di Parkland AS Lolos dari Hukuman Mati
Nikolas Cruz

NUSADAILY.COM – FLORIDA - Sudah lebih dari empat tahun setelah tragedi penembakan sekolah di Parkland. Juri dalam kasus pengadilan mengembalikan hukuman penjara seumur hidup tanpa pembebasan bersyarat bagi pelaku.

Melansir Spiegel.de, dalam keputusannya yang dibacakan di pengadilan Fort Lauderdale, juri menentang merekomendasikan hukuman mati bagi pelaku. Ini akan membutuhkan keputusan bulat. Hukuman terakhir akan diumumkan secara resmi di kemudian hari.

Tersangka berusia 24 tahun bernama Nikolas Cruz mengaku bersalah atas 17 tuduhan pembunuhan dan percobaan pembunuhan pada Oktober lalu. Juri harus memutuskan apakah dia harus dijatuhi hukuman penjara seumur hidup atau mati atas kejahatannya di Marjory Stoneman Douglas High School di Parkland. Jaksa Florida telah menyerukan eksekusinya. Proses itu berlangsung selama beberapa bulan.

banyaknya kiriman bunga dan doa bagi korban

Baca juga: Ratusan Ribu Tukang Pos di Inggris Gelar Aksi Mogok Kerja,...

Pada sidang Oktober 2021, Cruz mengaku bersalah. Saat itu dia mengaku sangat menyesali perbuatannya. "Terkadang aku tidak bisa hidup dengan diriku sendiri."

Penembak berusia 19 tahun itu menembak mati 14 remaja dan tiga orang dewasa di Parkland pada 14 Februari 2018 dan melukai orang lain.

Setelah kejahatan tersebut, mahasiswa yang masih hidup telah memulai protes terhadap kekerasan senjata dan untuk undang-undang senjata yang lebih ketat di AS. Kemudian hal itu menjadi gerakan nasional. Namun, pengetatan undang-undang senjata sebagian besar tetap tidak ada.

Baca juga: Abaikan Peringatan Rusia, Sekjen NATO Bakal Adakan Latihan Pencegahan Nuklir Rutin Tahunan

Penembakan di sekolah sering terjadi di Amerika Serikat. Pada bulan Mei, serangan dahsyat terjadi di sebuah sekolah dasar di negara bagian Texas sekali lagi mengguncang negara itu. Di sekolah di desa Uvalde, seorang pria bersenjata berusia 18 tahun membunuh 19 anak dan dua guru sebelum ditembak mati oleh polisi. (jrm3/lna)