Pelajaran Penting dari Brio Ugal-ugalan hingga Terbalik di Bandung

Di media sosial viral sebuah video yang menggambarkan Honda Brio dikendarai ugal-ugalan di Bandung. Bahkan, mobil Brio itu terbalik usai menabrak tiang rambu dan bola beton di Bandung.

Pelajaran Penting dari Brio Ugal-ugalan hingga Terbalik di Bandung
Mobil terbalik di Bandung. (Foto: Istimewa)

NUSADAILY.COM – JAKARTA - Di media sosial viral sebuah video yang menggambarkan Honda Brio dikendarai ugal-ugalan di Bandung. Bahkan, mobil Brio itu terbalik usai menabrak tiang rambu dan bola beton di Bandung.

Peristiwa itu terjadi di Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung. Kanit Gakum Satlantas Polrestabes Bandung IPTU Arif mengatakan, kejadian tersebut terjadi pada Sabtu (15/10) kemarin. Saat itu, ada tiga kendaraan terlibat dalam kejadian kecelakaan lalu lintas tersebut.

BACA JUGA: Ketua KONI Kediri Meninggal Usai Motor yang Dikendarai Tabrak Rumah Warga


Tiga kendaraan itu yakni Honda Brio yang dikendarai Wendi (32), Toyota Agya yang dikendarai Sony (42), dan Mitsubishi Pajero yang dikendarai Rudi (55).

"Kendaraan Honda Brio melaju dari arah utara ke selatan di Jalan Veteran Bandung, setiba di TKP menabrak bagian belakang sebelah kanan Toyota Agya, kendaraan Brio belok kanan memasuki Jalan Ahmad Yani dan menyenggol bagian depan sebelah kiri Mitsubishi Pajero," kata Arif dikutip dari detikJabar.

Sebelum terbalik, pengemudi Honda Brio ini menabrak tiang rambu lalu lintas dan bola batu. "Setelah bersenggolan Honda Brio tabrak tiang rambu berikut bola batu yang berada di trotoar selanjutnya terguling (mobil terbalik)," tambahnya.

Menurut praktisi keselamatan berkendara yang juga Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, pelajaran penting dari peristiwa ini adalah bentuk tanggung jawab seorang pengendara.

"Ketika pengemudi mengalami kecelakaan terlepas salah atau tidak, nomor satu yang harus dilakukan adalah bertanggung jawab. Caranya berhenti dan memberikan pertolongan. Itu yang dinamakan etika mengemudi," kata Sony, Senin (17/10/2022).

Menurutnya, banyak pengemudi yang tidak bertanggung jawab atau tidak dewasa dalam berpikir atau bahkan takut dan panik. Hal itu membuat mereka cenderung kabur setelah mengalami insiden.

BACA JUGA: Duh! Mobil Dinas TNI Tabrak 3 Warga Hulu Sungai Tengah hingga Tewas


"Saat kabut itulah rasa bersalah sudah timbul dan berakibat gugup akhirnya mengemudi dengan emosi atau tidak terkontrol. Kemungkinan besar mengakibatkan kecelakaan. Gaya mengemudi ini yang dinamakan aggressive out of control. Apa pun akan ditabrak kalau coba-coba menghalangi," ucap Sony.

Untuk menghindari hal yang lebih parah, lanjutnya, sebaiknya berhentikan kendaraan dan melihat kondisi korban.(eky)