Pak Gik ‘Mendua’, Masihkah Calon Kuat Cakada PDIP? Inilah Tanggapan Sumi Harsono

“Realitis saja. Selain mempunyai jaringan kuat di masyarakat, Cabup dan Cawabup yang kita usung harus mempunyai logistik mumpuni untuk Pilkada. Kami pastikan akan allout, karena sudah saatnya PDIP menang Pilkada Sidoarjo,” kata Sumi Harsono, Ketua DPC PDIP Sidoarjo.

Jun 12, 2024 - 09:44
Pak Gik ‘Mendua’, Masihkah Calon Kuat Cakada PDIP? Inilah Tanggapan Sumi Harsono
Sugiono Adi Salam saat mendaftar sebagai Cakada di kantor DPC PDIP Sidoarjo.

NUSADAILY.COM – SIDOARJO ; PDIP tidak mempermasalahkan langkah Sugiono Adi Salam yang ‘mendua’. Selain dianggap sebagai dinamisasi politik Pilkada Sidoarjo 2024, partai ini justru lebih fokus pada upaya membangun koalisi sebagai  syarat mengusung jagonya pada pemilihan bupati dan wakil bupati pada 27 Nopember mendatang.

Calon kepala daerah (Cakada) PDIP  yang ‘mendua’,--daftar juga ke partai lain, sebenarnya bukan hanya Sugiono Adi Salam saja. Langkah sama terlebih dahulu dilakukan Tri Susilowati. Selain terdaftar sebagai Cawabup pada Tim Penjaringan Cakada PDIP Sidoarjo, dia juga beradu nasib dengan posisi sama di Desk Pilkada PKB Sidoarjo.

Hanya saja langkah politik Sugiono yang ‘mendua’,--selain berstatus sebagai calon kepala daerah (Cakada) PDIP untuk Pilkada 2024, juga mendaftar sebagai calon bupati (Cabup) PKB,  lebih manarik dicermati.

Langkahnya telah melahirkan berbagai spekulasi. Selain dianggap sebuah manuver  menaikkan nilai ‘bargaining’, langkah politik Pak Gik, sapaan pengusaha Sidoarjo ini yang daftar Cabup ke PKB ini bertujuan sebagai reserve. Artinya jika perhitungannya sebagai Cabup di PDIP ‘meleset’, maka dia masih mempunyai kesempatan sama bisa running ke Pilkada melalui PKB,--apakah sebagai Cabup atau Cawabupnya.

Atau bisa jadi ini sebuah embrio untuk membangun koalisi besar. Artinya, eksistensi Pak Gik bisa menjadi jembatan komunikasi politik antara PDIP dengan PKB, untuk bersama-sama mengusung satu paket Cakada pada pesta demokrasi pemilihan bupati dan wakil bupati Sidoarjo.

Meski terbuka ruang melangkah sana, namun banyak pihak menilai terlalu naif. Sebaliknya, Pilkada tahun ini justru bisa menjadi momen bagi PDIP untuk membedah dominasi PKB yang selalu menang sejak diberlakukan Pilkada langsung pada 2005.

Dengan memainkan isu ‘terkinian’,--salah satunya perkara korupsi, ditunjang cabup-cawabup yang cakap dari segi elektabilitas dan elektoral serta logistik mumpuni, akan membuka ruang lebar bagi PDIP untuk keluar sebagai juara pada kontestasi Pilkada 2024.   

Terlepas berbagai spekulasi,--sebagai Cakada PDIP, Pak Gik sendiri sebenarnya berpeluang besar mendapat mandat dari partai itu untuk running ke Pilkada Sidoarjo. Meski di sana juga ada nama M. Sholeh, pengacara yang pupuler dikenal dengan jargon ‘No Viral No Justice”, sebagai rivalitas untuk mendapat rekom dari partai tersebut.

Menyikapi fenomena ini, Sumi Harsono, Ketua DPC PDIP Sidoarjo ketika dikonfirmasi, tidak mempermasalahkan Cakada PDIP yang ‘mendua’, termasuk langkah yang ditempuh Pak Gik. “Tidak masalah. Masih dinamis, dan semuanya masih memungkinan berubah,” katanya, pada Rabu (12/6) pagi tagi.

Dalam penjaringan Cakada PDIP Sidoarjo, pihaknya telah menyeleksi 11 orang yang secara administrasi dinyatakan lolos. Dua diantaranya adalah Cabup dan sembilan orang sebagai Cawabup. Nama-nama mereka telah dikirim ke DPP PDIP untuk diproses sebagai tahapan  penentuan Cabup dan Cawabup yang direkom berkontestasi pada Pilkada Sidoarjo 2024.

Seyampang menunggu turunnya rekom DPP, Sumi Harsono mengatakan saat ini Cabup Cawabup diintruksikan untuk terus meningkatkan popularitas dan elektabilitasnya. Ini bisa diukur selain dari rekam jejaknya, juga sejauh mana mereka memiliki jejaring di masyarakat. “Realitis saja. Selain kuat di jejaring masyarakat, Cabup dan Cawabup yang kita usung harus mempunyai logistik yang mumpuni untuk Pilkada. Kami pastikan allout karena sudah saatnya PDIP menang Pilkada Sidoarjo,” ujar Sumi.

Terkait soal koalisi yang harus dibangun PDIP dengan partai agar bisa mengusung jagonya, Sumi menegaskan saat ini pihak lebih fokus ke arah sana untuk terus berproses dan berprogres. Termasuk di antaranya pentingnya  menyamakan platform dalam ‘berkongsi’ untuk kepentingan Pilkada. Salah satu item penting dalam platform yang ditawarkan adalah mengedepankan kepentingan masyarakat Sidoarjo.

“Kami terus menjalin komunikasi politik secara intens. Sejauh ini tidak ada kendala berarti, karena PDIP sendiri sangat terbuka kepada siapapun untuk berkoalisi demi kepentingan masyarakat Sidoarjo,” kata Sumi, seraya menampik dalam berkoalisi ada syarat pembagian posisi Cabup dan Cawabup untuk Pilkada Sidoarjo tersebut. (*/ful)

 

.