Pacar Jersy Sutanto Sebut Sang Kekasih Tewas Keracunan hingga Dibuang ke Selokan Kemayoran

Jersy tewas dibunuh di kamar apartemennya yang berada di lantai 31 pada hari Kamis (13/10) sekitar pukul 03.00 WIB. Jasadnya lalu dibuang oleh Hendrik

Pacar Jersy Sutanto Sebut Sang Kekasih Tewas Keracunan hingga Dibuang ke Selokan Kemayoran
Mayat Jersy Sutanto/ istimewa

NUSADAILY.COM – JAKARTA - Teka-teki pembunuhan Jersy Sutanto yang jasadnya ditemukan terbungkus selimut di selokan daerah Kemayoran, Jakarta Pusat, mulai mencuat. Jersy tewas dibunuh pacarnya bernama Hendrik (34) di kamar apartemen daerah Pademangan, Jakarta Utara.

Dilansir dari detik.com, Jersy tewas dibunuh di kamar apartemennya yang berada di lantai 31 pada hari Kamis (13/10) sekitar pukul 03.00 WIB. Jasadnya lalu dibuang oleh Hendrik dan sekuriti apartemen bernama Isak Kartomi (36).

Kedua tersangka menurunkan jasad Jersy melalui tangga darurat. Mayat Jersy lalu dimasukkan ke dalam mobil sebelum akhirnya dibuang di selokan daerah Jakarta Pusat.

BACA JUGA : Dikira Koma, Keluarga di India Ternyata Simpan Mayat Selama 18 Bulan

Hendrik ditangkap pada Minggu (16/10) di daerah Tomang, Jakarta Barat. Namun, kepada polisi pelaku mengelak telah membunuh korban.

Pelaku Berdalih Jersy Sutanto Tewas Keracunan

Polisi menangkap Hendrik (34) atas pembunuhan Jersy Sutanto, yang juga kekasih pelaku. Pelaku mengelak telah membunuh dan beralibi korban tewas akibat keracunan.

"Kalau dari keterangan tersangka, korban (meninggal) karena keracunan," kata Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi saat dihubungi wartawan, Kamis (27/10).

Hasil Visum Ungkap Temuan Berbeda

Hengki mengatakan dalih pelaku itu berbeda dengan bukti polisi dari hasil visum kepada jasad Jersy Sutanto. Hasil visum memang tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

BACA JUGA : Motif Penemuan Mayat Wanita Bernama Jersy Sutanto Masih Menjadi Teka-teki

"Dari visum sementara, tidak ada tanda-tanda luka kekerasan pada tubuh luar," kata Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi saat dihubungi, Kamis (27/10).

Hengki mengatakan tersangka Hendrik berdalih Jersy Sutanto meninggal dunia akibat keracunan. Namun, penyebab kematian Jersy akibat adanya penyumbatan dalam saluran pernapasan korban.

"Kalau dari keterangan tersangka, korban (meninggal dunia) karena keracunan dan mulut korban mengeluarkan cairan sehingga tersangka berinisiatif untuk menghentikan dengan menyumpalkan tisu ke dalam mulut korban," tutur Hengki

Dalami Dugaan Jersy Pelaku Penipuan

Isu terkait penipuan yang menyeret Jersy Sutanto ini ramai di media sosial seiring berita tewasnya Jersy Sutanto yang dibunuh pacar. Netizen memperbincangkan soal kematian Jersy Sutanto dengan kasus penipuan oleh seorang perempuan yang bernama Jersy Sutanto pada 2019.

Di media sosial Twitter, disebutkan Jersy Sutanto melakukan sejumlah penipuan. Mulai penipuan penjualan album, merchandise idol K-Pop, hingga penipuan ojol.

Beberapa korban bahkan telah melaporkan Jersy Sutanto ini ke polisi. Jersy dilaporkan atas dugaan penipuan penjualan album BTS bertajuk Map of The Soul (MOTS) 7 yang saat itu tengah digandrungi.

Dari utas di Twitter, para korban melakukan pemesanan dan transfer sejumlah uang ke rekeningnya, tetapi barang tak pernah dikirimkan. Jersy Sutanto menjanjikan refund, tetapi tidak kunjung diterima para korbannya.

Ada juga beberapa korban yang mendapat refund separuhnya. Diduga saking banyaknya korban, kerugian yang diderita para korban saat itu mencapai miliaran rupiah.

Terkait isu penipuan tersebut, Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi mengatakan pihaknya masih mendalaminya.

"Yang itu (dugaan penipuan Jersy Sutanto) masih kita dalami, masih pengecekan. Karena kalau dari si pelaku nggak ngerti dia (korban) punya masalah utang atau penipuan, itu belum ada penjelasan," kata Hengki saat dihubungi, Jumat (28/10).

Belum Ada Kaitan Pembunuhan Jersy Sutanto dengan Informasi Viral soal Penipuan

Dihubungi terpisah, Kanit 3 Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Widy Irawan mengatakan tersangka H telah diperiksa terkait kabar penipuan Jersy Sutanto. H mengaku tidak mengerti persoalan piutang dan penipuan yang melibatkan korban.

"Sementara ini jawabannya dia nggak ngerti soal masalah utang piutang korban dengan pihak-pihak lain," tutur Widy.

Dia menambahkan, dari hasil pemeriksaan sejauh ini, polisi belum menemukan adanya kaitan pembunuhan Jersy dengan kasus penipuan yang diduga melibatkannya.

"Belum ada kaitannya. Makanya kami masih mendalami. Kan banyak netizen yang bercerita tentang itu. Nah, kita lagi dalami," jelas Widy.

Latar Belakang Pekerjaan Jersy Sutanto

Nama Jersy Sutanto, perempuan yang tewas dibunuh dan jasadnya ditemukan di got Jalan Gunung Sahari, Jakarta Pusat, mencuat seiring jejak kasus penipuan yang muncul ke public

Namun pihak kepolisian mengaku belum pernah menerima adanya laporan perihal dugaan penipuan yang berkaitan dengan korban.

"Masih kami dalami. Sejauh ini kami belum menemukan keterkaitannya apakah orang yang sama," ujar Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi kepada wartawan, Sabtu (29/10).

Terpisah, Pjs Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Resa Fiardi Marasabessy mengatakan pihaknya belum menerima adanya laporan penipuan yang terkait korban pembunuhan Jersy Sutanto.

"Belum pernah ada," kata Resa.

Penipuan yang dilakukan oleh orang yang bernama Jersy Sutanto terjadi pada 2019. Jersy Sutanto sempat dicari-cari korbannya karena diduga menipu di kalangan K-Poppers hingga driver ojol.

Sementara itu, hasil pemeriksaan tersangka Hendrik (34) juga tidak mengetahui soal penipuan yang diduga dilakukan oleh Jersy Sutanto. Hendrik hanya mengetahui Jersy Sutanto bekerja sebagai seorang akuntan.

"Pelaku hanya tahu korban bekerja sebagai akuntan, tapi tidak tahu kerja pastinya dan ada masalah utang-piutang atau tidak," tutur Resa.(ros)