Ormas Bentrok di Pasar Minggu Jaksel Beredar di Medsos, Dipicu Aksi Penganiayaan

"Dua kelompok organisasi masyarakat (ormas) terlibat bentrokan di Jalan Raya TB Simatupang, Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada Selasa (18/6/2024) sekitar pukul 15.36 WIB," demikian keterangan dalam unggahan tersebut.

Jun 19, 2024 - 09:40
Ormas Bentrok di Pasar Minggu Jaksel Beredar di Medsos, Dipicu Aksi Penganiayaan

NUSDAILY.COM – JAKARTA - Bentrokan antara dua organisasi kemasyarakatan (ormas) terjadi di wilayah Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada Selasa (18/6) sore.

Bentrokan antar dua ormas itu terekam video dan beredar di media sosial. Salah satunya diunggah akun Instagram @merekamjakarta.

"Dua kelompok organisasi masyarakat (ormas) terlibat bentrokan di Jalan Raya TB Simatupang, Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada Selasa (18/6/2024) sekitar pukul 15.36 WIB," demikian keterangan dalam unggahan tersebut.

Saat dikonfirmasi, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Bintoro mengatakan bentrokan itu dipicu penganiayaan terhadap anggota ormas oleh anggota ormas lainnya.

"Iya (bentrokan), ada sedikit ketegangan antar dua ormas, yang dipicu oleh penganiayaan yang dilakukan oleh anggota ormas A terhadap anggota ormas B yang memunculkan solidaritas yang keliru. Sehingga terjadi kericuhan dalam rangka membalas," kata Bintoro saat dikonfirmasi, Rabu (19/6).

Bintoro menyampaikan anggota kepolisian langsung terjun ke lokasi untuk melerai dan menghentikan bentrokan antar ormas tersebut.

Di sisi lain, Bintoro menyampaikan pihaknya juga telah mengamankan pelaku penganiayaan yang menjadi pemicu aksi bentrokan.

"Untuk pelaku (penganiayaan) sudah kami amankan dan diproses, inisial U. Sementara korban penganiayaan sudah mendapatkan perawatan karena mengalami 7 luka tusukan," ucap dia.

Lebih lanjut, Bintoro menuturkan aksi penganiayaan itu kini tengah diusut oleh Unit Reskrim Polsek Pasar Minggu. Termasuk, untuk mendalami motif penganiayaan tersebut.

"Dari keterangan si pelaku bilangnya karena masalah ada perempuan yang dihina/dilecehkan dengan bilang ditawar Rp250 ribu. Tapi masih kami dalami," tutur dia.(han)