Kamis, Desember 9, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaOpinionWaspada Salah Perlakuan pada Usia Lanjut

Waspada Salah Perlakuan pada Usia Lanjut

Oleh: dr. Dessy Natalia Tobe Missa



- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Menurut ahli, lanjut usia adalah suatu tahapan di dalam proses kehidupan yang ditandai dengan penurunan fungsi tubuh akibat ketidakmampuan penyesuaian terhadap stressor di lingkungan (Pudjiastuti, 2002).


Pendapat ahli yang lain lansia adalah tahap terakhir dalam kehidupan yang dimulai dari usia 60 tahun (Dewi, 2014). Lansia adalah konsisi di mana individu tidak mampu beradaptasi dengan stress fisiologis (Effendi, 2009). Ketidakmampuan adaptasi ini berhubungan dengan turunnya kemampuan hidup dan meningkatnya kerentanan seseorang (Hawari, 2001).


Sehingga dapat disimpulkan bahwa lanjut usia adalah kondisi penurunan fungsi tubuh akibat kegagalan penyesuaian tubuh dengan stressor yang biasanya terjadi pada individu dengan usia minimal 60 tahun.

Siklus hidup lansia menurut WHO adalah:

Usia pertengahan (middle age) dengan usia 45-59 tahun.

Lanjut usia (elderly) dengan usia 60-74 tahun.

Lanjut usia (old) dengan usia antara 60-75 dan 90 tahun.

Usia sangat tua (very old) dengan usia di atas 90 tahun.

Dalam proses perjalanannya pun terjadi banyak perubahan secara fisik maupun mental pada orang dengan usia lanjut. Diantaranya adalah perubahan dalam sistem organ maupun munculnya berbagai macam penyakit. 

Penyakit- yang umumnya dihadapi oleh lansia diantaranya kelainan kardiovaskular atau jantung dan pembuluh darah, penyakit infeksi pada paru-paru, kekurangan cairan dan elektrolit, gangguan tidur, synroma kelemahan, resiko jatuh, keropos pada tulang, gangguan fungsi memori dan ingatan, stres atau depresi pada usia lanjut, masalah perkemihan,susah buang air besar, kejadian infeksi,  kurang gerak pada lansia dan masih banyak lagi yang terjadi pada orang dengan usia lanjut.

Perawatan yang Benar pada Lansia

Dengan berbagai macam kompleksitas keadaan yang dialami oleh lansia maka sangat diharapkan agar perawatan yang benar pada lansia dapat memperpanjang angka harapan hidup bagi lansia dan bahkan menjadi penanda kemajuan dalam pengelolaan Sumber Daya Manusia dalam suatu Daerah atau wilayah.


Salah perlakuan terhadap usia lanjut adalah segala jenis hal yang membahayakan termasuk tindakan kasar, pengabaian, eksploitasi, serta kejahatan terhadap hak asasi manusia (Fulmer and O’maley 1987)

Salah perlakuan pada usia lanjut pun seringkali kita temukan pada sekeliling kita namun sedikit saja yang terangkat ke permukaan bahkan terkesan diabaikan.

Jenis-Jenis salah perlakuan pada usia lanjut antara lain:
Penganiayaan Fisik: Mencakup tindakan-tindakan kejahatan yang menyebabkan nyeri, trauma, gangguan atau penyakit. Contohnya: menendang, memukul, atau mendorong.


Pengabaian Fisik: memiliki cirri khas berupa kegagalan orang yang merawat untuk menyiapkan barang-barang atau pelayanan yang dibutuhkan untuk dapat berfungsi optimal atau untuk menghindari bahaya.


Penganiayaan Psikologis adalah kekerasan pada mental orang lanjut sehingga menimbulkan kesedihan yang mendalam. Contohnya: ancaman, caci maki, perlakuan seperti terhadap anak-anak, atau mengisolasi.

Pengabaian Psikologis adalah Kegagalan untuk Menyediakan Stimulasi Sosial


Pengabaian psikologis adalah kegagalan untuk menyediakan stimulasi sosial bagi orang berusia lanjut yang kurang atau tidak mandiri. Penganiayaan financial atau material mencakup salah guna pendapatan atau atau sumber-sumber fiansial atau penghasilan seseorang oleh orang lain atau orang yang merawatnya.


Pengabaian Finansial atau material kegagalan menggunakan dana atau sumber-sumber yang diperlukan untuk menopang atau pemulihan kesehatan dan kesejahteraan usia lanjut.
Kejahatan terhadap Hak Azasi Manusia terjadi bila orang yang merawat atau mengawasi usia lanjut mengabaikan hak-hak orang berusia lanjut dan kemampuan mengambil keputusan bagi mereka (kebebasan pribadi, kekayaan pribasi, keinginan berkumpul, berbicara, privacy, memberikan suara atau pendapat). Contoh: mengambil hak milik pribadi dari orang tua.

Sedangkan Faktor-faktor resiko atau penyebab dari Salah perlakuan yang sering kita jumpai adalah karena usia lanjut, kurangnya akses terhadap berbagai sumber, rendahnya pendapatan, isolasi sosial, status minoritas, rendahnya pendidikan, rendahnya kemampuan fungsional, salah penggunaan zat oleh orang yang merawat atau penderita, gangguan psikologis dan abnormalitas karakter, riwayat kejahatan atau kekejaman dalam keluarga, kelelahan dan fristrasi dari orang yang merawat, maupun terapat gangguan kognitif.

Problem Salah Perlakukan pada Usia Lanjut Terus Meningkat


Sikap- sikap tersebut baik disengaja atau tidak dapat berujung pada merosotnya kualitas hidup dan kesehatan seorang berusia lanjut.


Sedangkan problem salah perlakuan pada usia lanjut akan terus meningkat di masa depan karena berbagai alasan diantaranya meningkatnya jumlah usia lanjut yang tidak mandiri, ketidak adaannya keluarga yang mendampingi atau yang merawat, meningkatnya perpecahan dalam keluarga dan faktor pindah tempat tinggal yang mempengaruhi ketidak tersediaannya orang yang merawat.


Kedepannya diperlukan suatu sistem atau kebijakan yang dapat lebih mendukung ketepatan dalam perawatan terhadap orang dengan usia lanjut. Kepedulian dan kewaspadaan kita diuji untuk lebih peka melihat keadaan disekitar kita terutama perawatan pada orang tua yang sudah berusia lanjut.

Di antaranya inovasi yang bisa diberikan adalah dengan memperbaiki pelayanan kesehatan kepada usia lanjut menjadi lebih baik lagi, penyediaan hunian khusus bagi orang dengan usia lanjut, maupun menjadikan orang dengan usia lanjut menjadi prioritas yang rentan dalam pelayanan apapun (contohnya sistem antrian). Pembangunan panti bagi usia lanjut, atau pun kesadaran dan pengetahuan keluarga yang perlu diitingkatkan dalam ketepatan perawatan terhadap orang dengan usia lanjut. (*).

Penulis adalah dokter di Puskesmas Oinlasi, Kabupaten TTS

- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com

Peningkatan aktivitas gunung Semeru ##tiktokberita

♬ suara asli - Nusa Daily