Kamis, Desember 9, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaOpinionTumba = 4C+

Tumba = 4C+

Oleh: Dr. Surya Masniari Hutagalung, M.Pd.

Setiap daerah pasti memiliki tarian khusus yang kadang-kadang menjadi identitas daerah tersebut. Demikian juga halnya dengan daerah Sumatera Utara di wilayah Toba, yakni Kabupaten Samosir, Kabupaten Toba, Kabupaten Humbang Hasundutan dan Kabupaten Tapanuli Utara. Keempat  Kabupaten ini didiami sebagian besar orang-orang yang berasal dari suku Batak Toba.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Suku Batak Toba adalah salah satu suku yang kaya akan karya seni tari. Untuk anak-anak dan remaja ada tarian yang disebut tumba. Tumba ini tidak diiringi alat musik. Tumba ditarikan bersamaan dengan nyanyian yang dibawakan. Biasanya tumba ditarikan  pada malam hari di bawah sinar bulan.

Bukan hanya tari dan lagu, di dalam tumba juga sering ada dialog. Bisa dikatakan tumba itu semacam permainan namun dengan gerakan, lagu dan dialog. Tumba sangat polos dan alami untuk menggambarkan pertemanan. Tumba juga sebagai ajang pemertahanan penguasaan Bahasa Batak bagi anak-anak dan remaja.

Mungkin anak-anak dan remaja sekarang tidak pernah lagi martumba. Jangankan martumba, mengenal tumba pun mungkin tidak sama sekali. Padahal tumba dapat mempererat pertemanan, melatih otot-otot, keterampilan bernyanyi dan menari.

Kenapa disebut bisa melatih otot-otot? Gerakan tumba adalah gerakan anak muda yang menghentak-hentak mengikuti irama lagu. Tangan ditepukkan ke sisi luar kaki bagian atas, divariasikan dengan tepuk tangan sambil menghentakkan kaki cenderung melompat.

Baca Juga: Puisi Mbeling Joko Pinurbo Berjudul Dangdut

Gerakan ini disebut embas. Gerakan embas terkadang diselingi dengan menepukkan tangan satu sama lain dengan teman di sisi kiri kanan. Juga ada gerakan berjalan melingkar sambil bernyanyi, atau sambil marembas berkeliling dan bernyanyi.

Seiring berkembangnya zaman, anak-anak dan remaja tidak lagi keluar rumah berkumpul, bermain dan martumba. Hiburan mereka sudah beralih ke televisi atau medsos.

Hingga tumba lama -kelamaan hilang dan hanya tinggal kenangan, walau di beberapa daerah masih dikenal dan bahkan memasukkannya menjadi mata pelajaran muatan lokal. Namun usaha ini tidak dapat mengalihkan kecintaan anak-anak sekarang dari musik-musik korea.

Guru sangat tanggap terhadap perubahan ini, sehingga pada kegiatan sekolah, misalnya perayaan hari besar seperti 17 Agustus, guru mempersiapkan tumba. Biasanya tumba akan dipertontonkan setelah upacara 17 Agustus selesai, dan ditempatkan pada  acara hiburan. Sejak tahun 80an guru-guru sangat berperan dalam upaya mewariskan tumba. Melalui tumba, guru bisa memperkenalkan nilai-nilai karakter yang ada pada tumba.

Baca Juga: Ukuran Cinta

Sama halnya dengan tortor, di awal dan di akhir tumba, dilakukan penghormatan. Gerakan penghormatan diiringi dan dijelaskan dengan nyanyian. Hal ini mengajarkan pada anak-anak untuk selalu hormat dan santun serta minta izin jika ingin melakukan sesuatu.

Pada akhir Tumba sebelum menghormat, disampaikan kata-kata permohonan maaf, jika ada yang tidak berkenan. Nyanyian ini disertai dengan gerakan hormat yakni dengan tangan menyembah dan diletakkan pada kening. Artinya kalau kita menghormati orang lain, janganlah hendaknya pada ucapan semata, namun dengan perbuatan.

Gerakan berjalan memasuki panggung atau lapangan biasanya baris dua, masuk dari sisi kiri dan kanan atau dari sisi berbeda, lalu di tengah panggung atau lapangan membentuk lingkaran.

Gerakan ini mengajarkan pada anak-anak, bahwa dalam pertemanan, siapapun dia, darimana pun asalnya harus bisa kita terima dan bersama membangun untuk sesuatu yang positif. Melingkar dalam tumba bukan hanya gerakan diam dalam lingkaran.

Baca Juga: Ayo Mewariskan

Namun gerakan ini kadang berputar ke kiri dan ke kanan, atau maju ke depan mundur ke belakang, namun tetap dalam lingkaran.  Artinya apa pun yang dikerjakan atau dilakukan harus tetap dalam tatanan norma dan aturan.

Gerakan, lagu, dan dialog dalam tumba dilakukan secara bersamaan. Hal ini mengajarkan pada anak-anak untuk mampu melakukan beberapa hal atau tanggung jawab ganda dalam satu kesempatan.

Hal ini dikenal dengan istilah multitasking. Multitasking juga dilatihkan pada tumba. Kemampuan multitasking yang baik, akan menghasilkan tumba yang indah.

Gerakan, lagu, dan dialog selalu dilakukan secara bersama-sama. Artinya keharmonisan sangat dibutuhkan pada tumba. Walaupun dalam bernyanyi suara terbagi dalam sopran, alto, tenor, namun lagu itu sangat harmonis dan indah.

Demikian juga gerakan, walau terkadang ada variasi gerakan namun semuanya terlihat harmonis. Juga dialog yang dilakukan, harus terkait dan runtut. Biasanya dialog dilakukan per kelompok sahut menyahut.

Baca Juga: Makna yang Terlupakan

Makna keharmonisan yang ditunjukkan pada gerakan, lagu dan dialog ini mengajarkan pada anak-anak bahwa dimanapun dan kapanpun, harus bisa bekerjasama dalam tim. Harus mampu berkolaborasi dengan baik.

Dialog yang dilakukan, biasanya terkait tema acara yang sedang dilakukan. Di sini siswa dituntun untuk melakukan dialog dan berkomentar tentang tema acara secara positif. Terkadang dimasukkan kalimat-kalimat berupa saran atau ajakan, diselingi dengan pujian kepada pihak penyelenggara, bahkan kritik yang membangun, namun disampaikan dengan kalimat yang sangat santun.

Baca Juga: Andung

Penjelasan tentang makna gerakan, lagu, dan dialog  tumba di atas, mengingatkan kita pada kemampuan sumber daya manusia menuju era society 5.0. Ada 4C yang sebaiknya dimiliki oleh manusia agar mampu bersaing dan bisa ambil bagian di era global ini.

Keterampilan tersebut adalah Critical Thinking, Creativity, Collaborative, dan Communication. Bukankah melalui tumba keterampilan 4C ini bisa dimiliki? Bukan hanya 4C. Di dalamnya ada nilai karakter yang diajarkan.

Jadi bisa dikatakan tumba memuat keterampilan 4C plus. Walau secara sederhana keterampilan tersebut diperoleh dari tumba, namun bisa menjadi dasar yang kuat, untuk kemudian bisa dilatihkan. Ayo kembali menggali tumba.

Penulis adalah dosen Universitas Negeri Medan, dan pengurus DPP Cebastra.

- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com

Peningkatan aktivitas gunung Semeru ##tiktokberita

♬ suara asli - Nusa Daily