Kamis, Juli 7, 2022
BerandaOpinionShort StoryBus Hantu Terminal Bungurasih Tahun 90an

Bus Hantu Terminal Bungurasih Tahun 90an

Cerpen: Akadilah

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Tubuh Rifan, mahasiswa jurusan Sosiologi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya itu sudah kelelahan setelah menghadiri sebuah acara di Probolinggo pada tahun 1995 lalu. Mahasiswa angkatan tahun 1994 itu hendak pulang ke Surabaya dengan naik bus.

Rifan menunggu bus di jalan raya hingga pukul 21.05. Tanpa pikir panjang, ketika bus datang Rifan naik bus dan bersandar di tempat duduk karena kelelahan. Seperti biasa, dia ditarik karcis oleh kondektur, setelah itu tersandar lagi antara tidur dan terjaga. Bus menderu-deru kencang menuju Surabaya.

Waktu naik bus dia melihat banyak orang, tetapi tidak ada yang bicara, hanya suara mesin dan sesekali klakson berbunyi. Dia tidak curiga dan hanya berpikiran mereka kelelahan. Rifan juga sempat melihat cairan mengalir di lantai bus, tapi karena gelap dia tidak tahu cairan yang berbau amis itu. Wanita yang duduk di sebelahnya juga terlihat lesu dan kaku, meski matanya terbuka pandangannya kosong. Rifan merasa bus berjalan cukup kencang, dia pun tertidur.

”Surabaya terakhir, Terminal Bungurasih,” kondektur berteriak-teriak. Penumpang siap-siap turun termasuk Rifan. Suasana terminal masih ramai, hilir mudik penumpang yang naik dan turun bus antar kota dan antar provinsi juga masih banyak. Termasuk yang antre untuk pergi ke kota-kota terdekat dari Surabaya masih berjubel. Rifan heran, di tengah malam itu masih banyak penumpang.

”Lho kok baru pukul 21.07, padahal perjalanan Probolinggo¬¬¬-Surabaya sekitar tiga jam,” gumannya sembari memelototi jam tangannya. Dia sempat mengira jam tangan yang digunakan mati. Lalu dia pergi ke tempat yang lebih terang, di bawah lampu di dekat kios wartel. Jarum jam tangan terus berputar. Sejenak dia melihat jam yang ada di wartel, jarumnya menunjuk pada angka yang sama, pukul 21.08.

Napasnya mendesah, dia mengingat-ingat lagi saat naik bus dari Probolinggo pukul 21.05 tadi. Dengan demikian, seharusnya Rifan sampai di Terminal Bungurasih Surabaya antara pukul 12.30 atau jam satu. Tetapi, saat itu masih pukul 21.07. Dia pun pergi melihat jam besar di ruang tunggu dan sama juga, pukul 21.09. Rifan masih tidak percaya, dia bertanya kepada gadis cantik yang sedang menunggu bus jurusan Malang.

BERITA KHUSUS

Sampaikan LPJ APBD 2021, Gus Ipul: Jadi Motivasi Tingkatkan Transparansi dan Akuntabilitas Kinerja Keuangan

NUSADAILY.COM – KOTA PASURUAN – DPRD Kota Pasuruan menggelar Rapat Paripurna I dengan agenda Penyampaian Nota Keuangan Raperda tentang Pertanggungjawaban (LPJ) Pelaksanaan APBD Kota...

BERITA TERBARU

4 Inovasi Pesawat Mewah untuk Penerbangan Masa Depan

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Beberapa maskapai dan perusahaan di dunia memperkenalkan beragam desain pesawat terbaru mereka. Mulai dari bangku kapsul hingga desain mewah seperti...