Senin, September 26, 2022
BerandaOpinionSerakan Talenta di Indonesia

Serakan Talenta di Indonesia

Indonesia memiliki talenta-talenta berserakan yang tidak terpedulikan. Jika saja kita mau jujur dan berbesar hati mengangkat kaum anak-anak, remaja, keluarga ekonomi bawah yang berpotensi membawa nama bangsa di kancah dunia, Indonesia dapat menjadi kiblat bagi negara lain. Bukan sebaliknya, meniru perilaku/budaya barat, melupakan budaya dan kemampuan bangsa sendiri.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Berikut beberapa anak Indonesia bertalenta berbagai bidang yang bisa mendunia.

  • Vanny Vabiola dengan keindahan dan keluasan jangkauan vokalnya yang melebihi vokal para artis (penyanyi) terkenal.
  • Naja, anak laki-laki penderita lumpuh otak yang pada usia 9 tahun sudah hafal 30 juz Al Qur’an
  • Ahmad dan Kamil, dua orang anak yatim yang pada usia 9 tahun sudah hafal 30 juz Al Quran dan ratusan hadis.
  • Anggela Agustin, remaja berusia 12 tahun seorang qoriah sekaligus penakluk olympiade matematika dalam ajang bergengsi tingkat internasional.
  • Warga Indonesia bertalenta yang menolak berganti kewarganegaraan. yang dianjurkan pindah ke Malaysia oleh mahasiswanya.

Indonesia bukan hanya memiliki jumlah penduduk yang besar dengan suku bangsa nomor 2 terbanyak di dunia.

Indonesia juga memiliki banyak warga (anak-anak dan remaja) bertalenta di berbagai bidang (akademik, olahraga, seni dan budaya) yang seharusnya mendapat perhatian lebih dan bimbingan khusus, sehingga talenta-talenta tersebut tidak lagi berserakan tak terpelihara.

Sengaja atau tidak Indonesia sudah banyak kehilangan berbagai kekayaan dicuri orang asing. Selayaknya kita mulai menyadari untuk tidak lagi lengah serta berpikir lebih jernih demi bangsa dan negara.

Apakah kita masih tidak peduli? Kesejahteraan bangsa adalah kesejahteraan kita semua.  Tautan berikut berisi bagaimana menariknya kekayaan bangsa Indonesia bagi bangsa lain.

https://sastraindonesiaunand.wordpress.com/2008/01/21/peneliti-malay-berburu-naskah/

Dra. Lis Setiawati, M.Pd. adalah dosen tetap pada Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Terbuka. Tulisan ini disunting oleh Dr. Sulistyani, M.Pd., dosen Universitas Nusantara PGRI Kediri dan anggota PISHI.

BERITA KHUSUS

Unipma Lakukan Pengabdian Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Digitalisasi Pasar Desa Klumutan Saradan Madiun

NUSADAILY.COM – MADIUN - Kemiskinan merupakan salah satu permasalahan yang saat ini dihadapi oleh sebagian besar masyarakat kita, khususnya masyarakat yang tinggal di pedesaan....

BERITA TERBARU

4 ABG Perkosa Gadis 13 Tahun di Hutan Kota Jakut, KemenPPPA: Pelaku Sering Akses Situs Dewasa

NUSADAILY.COM - JAKARTA - 4 ABG melakukan aksi bejat dengan memperkosa gadis berusia 13 tahun di Hutan Kota Jakarta Utara (Jakut). Keempat pelaku diketahui...