Kamis, Juni 30, 2022
BerandaOpinionPoemSambung Sambang

Sambung Sambang

Puisi-puisi Listya

Waktu bergulir seiring putaran zaman
Berbalut kisah kisah warna kehidupan
Dalam terjemah takdir jalani putusan
Berkelana menjelajah garis pijakan

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Hamburan buah randu menyebar tak berarah
Ada yang berputar putar ikuti irama diam
Ada yang terbang membubung tinggi tak kembali
Ada yang sesakali tertambat lalu terbang dituip angin

Sambung dunia maya jadi pautan
bercanda riang dalam link tautan
Entah apa yang terucap dalam ingatan
kenang kecil dibangku kampus berpilar pinangan

Baca Juga: Abah Siran

Sambung sambang dunia maya mengasikkan
Pucuk pucuk cemara membisu saat kita berkelakar
Dalam kilang waktu yang berbeda , ada guratan yang tersembunyi indah
Mana istri, suami ,anak,cucu ,mertua, bahkan menantu aku tahu

Sambang terhalang pusaran waktu yang tak tentu
Sambung jadi harapan untuk jadi satu ikatan alumni
Sambang Bukan ajang bergengsi tinggikan harga diri
Sambung Mencari mata hati yang sempat pergi di hati

Jaga rasa jangan terlalu percaya diri
Dalam sanubati pasti rindu bersua
Berbagi hari dengan doa yang suci
Esok hari kita akan berjumap dalam tembang kenangan
Edisi “ Reuni angkatan 90 BU “Listy
Teduh dalam Senyuman

Baca Juga: Puisi-puisi Listya

Duduk bersama tak teras tujuh putaran
kilah berselang berbagi keadaan
teduh berucap penuh kepastian
sabat bertahta mengulang senyuman

jadilah teman sejatiku tempat berbagi
elok rupawan paras nan menawan
lembut bertutur tak pernah bimbang
walau jarang terbahak namun asik bersandar

jangan pupus kan harapan tuk berkarya
melangkah kedepan jangan bimbang
uluran kasih berharap bimbingan
keteduhan diri panutan tunas muda

Baca Juga: Rasa Itu Ada

multi talenta bak sang penderma
Jadilah peri dalam persimpangan zaman
tak tergilas roda pergantian yang memanas
laksana kepompok berselimut keluar cantik terbang melangyang

Harapan tinggal tersisa orang shufi
keingin yang terdalam rengkuh karip yang lemah
pupus peradapan yang menggila tak bertuan bergolak
senyumu memberi keteduhan dan harapan dari keterpurukan

cantik hati ,cantik budi,cantik pekerti
teruslah tebar pesona dalan karya diri
Disisimu ada teman sejati yang tak pernah iri
beriring berjanji akan tepati janji yang pasti sehati

“ teruntuk sahabat sejati “ Listya Januari

Baca Juga: Menulis Puisi di Media Sosial, Bermula dari Iseng Bermanfaat untuk Berliterasi

Serinai Hati

Pengkisah kehidupan melangkah beriring
Menata tatanan karya beruntai kebersaman
Berkiprah dalam barisan indah dalam dekapan
Meliuk cantik tegas berwibawa nan jelita

Selendang kebesaran mengurai benang benang kusut
Merajut tatanan hati penuh senyum menawan nan wibawa
Menarikan pena pena ke bijakan dalam rekuhan tangngung jawab
Menanam ketegasan berpeluh dalam keberhasilan

Baca Juga: Puisi Desember Listya

Kilah hati bertata bijak bertutur
Hantarkan diri dalam kesuksesan berlaga
Terjang ritangan jadi panutan sang pemimpin
Bimbingan terurut tak sempat berpaling

Trimaksi tak terhingga seluasa samudra
Sepanjang selendang berayun dalam irama sedih nan gembira
Tak kan terlupa jasa dan pengabdian dalam dekapan kasih
Kan terkenang sepanjang perjalan pengandian

Lanjutan tembang tembang bersama selendang berima
Pada nuansa baru dengan kiprah sukses terlantun
Kami disini akan meneruskan cita dan angan yang masih tertunda
Selamat berkarya dalam suasana baru dimana akan berderma
segala kearifan yang bijak menata anak bangsa jadi yang terbaik

“ teruntuk sahabatku tercinta yang akan jadi kepala sekolah “ Januari

Baca Juga: Puisi-Puisi Dono Sunardi

Kidung Hati

Bunda
Rasanya baru kemaren kita bersama dalam dekapan kasih
Berbagi cerita merajut asa yang terungkap dalam senyum
Bersama berbagi cita dan cinta menderma
Melangkah pasti dalam bimbingan tangan mu
Bunda
Tak habis kata kan terungkap dalam untaian bertutur
Rasa trimaksi dan syukur dipertemukan dalam sepekan waktu
Yang begitu singkat untuk dilalui bersama
Namaun terlalu dalam rasa kasihku tuk kehilang
Kasih sayang yang kau berikan tak akan ku lupa

Baca Juga: Garin Nugroho akan Rilis Film Puisi Cinta yang Membunuhku Tahun Depan

Bunda
Apalah daya ku ,tugas jua menanti bakti bunda
Menata negri panggilan ibu pertiwi menanti hadirmu
Dengan tangan tangan lembut penuh wibawa
Walau tak rela bunda berlabu kelain hati ,namun iklas berbagi

Bunda
Rasa itu ada saat bunda melangkah menjauh
Hanya kidung kidung doa teruntuk bunda
Walau jaun di mata namun dekat di doa
Terimaksih jasa bunda tak pernah ku Lupa
Bunda
Kenang kami dalam hiasan bakti bundan
Lupakan kilaf dan salah sembunyikan dalam bilik hati terdalam
Senadainya ada kisah yang tertunda
Kenang kami dalam senyuman termanis bunda
“Terkisah “Pelepasan Ks Baru
Bunda

Penulis adalah guru mata pelajaran Bahasa Indonesia SMP Negeri 1 Pakisaji Malang, dan anggota Cebastra.

BERITA KHUSUS

Kabar Gembira! Internet Gratis Masuk RW, Wali Kota Pasuruan: Ada 68 Titik

NUSADAILY.COM – KOTA PASURUAN – Warga Kota Pasuruan kini semakin dimanjakan dengan layanan internet gratis. Tidak hanya sebatas pada ruang publik, seperti taman-taman kota,...

BERITA TERBARU

Rusia Bantah Serang Mal di Ukraina

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Perang Rusia-Ukraina belum ada tanda-tanda akan berakhir. Yang terbaru serangan rudal Rusia ke mal di Kremenchuk, Ukraina menyebabkan belasan orang...