Kamis, Juni 30, 2022
BerandaOpinionPoemPuisi Januari

Puisi Januari

Puisi: Listya

Dunia Semu

Ilalang tak pernah bergoyang jika angin tak bertiup kencang.
Hembusan semilir sejuk menerpa dinding dinding
Beku yang  terkadang membawa hati dan pikiran mendera
Beribu topeng terpasang  berburu kepecayaan
Tak lagi tahu siapa jati dirinya untuk dapatkan pengakuan dari sang pengisah

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Lakon – lakon dimainkan Pengisah semu  karna wajah baru
Kadang hiasi dunia  panggung sandiwara bertabur isu tak jelas
Hanya mata hati dan keyakinan yang terpahat
Untuk jadi insan yang terhormat dan bermartabat

Berburu bunga bunga liar di kebun tetangga
Berkisah senada tapi tak sama nan nyata beradu cerita sebagai
Penguat prasangka diri dalam lamunan
karna takut kehilangan kekuatan yang rapuh

Menelan pahit terkaan berjalan angkuh tapi tak berpeluh
Mengasuh peluh orang lain  yang tak berdosa
Mengaku dirinya yang paling berkuasa
Hinga tak takut karma kan tiba
tingal mengitung hari saatnya menjelang

Dunia semu namun kehidupan selalu nyata
Tahta hanyalah bunga perjalan akan gugur ditiup angin
Tertulis namun ada batas waktu penentu kebijakan
tercatat rapi namun berujung  takkan abadi

Listy, Jan 22

Baca Juga: Menulis Puisi di Media Sosial, Bermula dari Iseng Bermanfaat untuk Berliterasi

Jengah

Hari yang tak begitu indah dirasa untuh rasa percaya diri
Akan kuasa manusia yang angkuh berselimut rahasia  Ilahi
Begitu banyak nikmat, namun begitu besar
serpihan serpian aral penguji hati tulus inginkan damai

Puncak gunung berbatas  cakrawala
Lautan bertemu bersama  dalam muara
Mengapa sulit memahami hati manusia
Yang selalu bersanding beriringan melangkah

Kapal bersandar di dermaga tuk berlabuh
Hanya sujud yang mampu mendengar keresahan
Tempat bersandar yang tak berharap pengakuan

Namun berkah berikan sebagai penjaga hati
Saat jengah dan bahagia Sang Khalik akan bertahta
Dalam setiap hela nafas, hamba yang sabar

Penghujung Januari

Baca Juga: Puisi-puisi Listya

Bintang

Kerlip cahya keabadian terpancar
Bersinar indah terangi maya pada
Berkedap-kedip tak terhitung berapa
Manis berkilau engan meredup

Binatang di langit bercahya abadi
Takkan terganti walau redup di kala pagi
Bersama hadirnya sang mentari
engaku kembali bersembunyi di antara awan

Kala senja tiba senyummu muncul
Di antara guratan sinar-sinar mentari
tenggelam di peraduan cantik bersemayam
di batas cakrawala jelang malam telah tiba

Bila insan hidup bak sinar bintang
tak akan redup kehidupan dalam penyesalan
Jadilah bintang di hati insan yang lemah
bukan jadi bintang di antara penguasa  sesaat

Isyaratkan bintang kehidupan bak pelita dalam hati
Bagi insan yang sedang gundah gulana
Cahyamu tetap hidup dalam ingatan  diri
Bersemayam dalam sanubari yang tulus  memberi

Bila hanya bersinar untuk diri sendiri
kau hanya bisa menikmatinya sendiri
tanpa mau berbagi hanya karena harga diri
sinar bintang itu akan redup walau di malam hari

Listy, Jan 22

Baca Juga: Puisi Mbeling Joko Pinurbo Berjudul Dangdut

Hasrat

Begitu sempurna tercipta
Siang dan malam silih  berganti
Keasrian yang berpaut keindahan dan keburukan
Ada belahan sisi yang tak sama

Dua perbedaan dalam satu lingkaran
Seirama melangkah kadang tak sejalan
Namun kadang sepakat dalam ikatan tujuan
Tak terbayang mengapa kita hanyut dalam pandangan dunia
Yang begitu semu melawan roda kehidupan
Yang semakin mendera dalam ambisi jadi yang terhebat

Siapa kawan dan lawan sulit menemukan
Ketulusaan hati tuk berbagi sirna
 kesetiaan luntur jadi keangkuhan
Tak lagi senang berbagi  suka dan duka
Edo ingin  mencapai batas impian diri

Percaya dengan penindas yang angkuh
Jatuhkan harga diri sesama terjang kejujuran
Demi posisi tak bertuan penuhi hasrat jiwa
Berkiprah dengan kebohongan sudah biasa

Di mana ungah unguh tak lagi penting dipatuhi
Luntur bersama derajat dan pangkat duniawi
Mendera leluhur yang tak lagi jadi panutan jati diri
Risalah dunia tinggal sebuah dongeng malam menghilang sepi

Listy, Jan 22

Baca Juga: Puisi-Puisi Dono Sunardi

Sulistyaningsih, M.Pd. adalah guru mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMP Negeri 1 Pakisaji, Kabupaten Malang.

Baca Juga: Ungkapkan Kepedihan, Romo Benny Senandungkan Puisi Poso Menangis

BERITA KHUSUS

Kabar Gembira! Internet Gratis Masuk RW, Wali Kota Pasuruan: Ada 68 Titik

NUSADAILY.COM – KOTA PASURUAN – Warga Kota Pasuruan kini semakin dimanjakan dengan layanan internet gratis. Tidak hanya sebatas pada ruang publik, seperti taman-taman kota,...

BERITA TERBARU

Bakal Dibatasi, Begini 4 Cara Beli Pertalite dan Solar Terbaru!

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Pembelian bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite dan Solar akan diatur. Mereka yang berhak membeli Pertalite dan Solar subsidi...