Senin, September 26, 2022
BerandaOpinionPoemMas dan yang Di Sana

Mas dan yang Di Sana

DI ANTARA DEBU DAN GUMAM

Ditumpuk debu bertahun-tahunan.
Kami menemukan kembali cerita indah dari masa silam.
Tidak dapat terukur dari standar yang sekarang.
Kami harus tenggelam dalam ingatan yang seharusnya menghilang.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Baca Juga: Asa dalam Bencana

Merasakan lagi duka dan ketiadaan.
Untuk membangun lagi yang tidak lekang oleh masa.
Segala gumam terdiam
Terganti deret bunyi yang sarat makna.

Dalam kedamaian.
Kami masih dapat rasakan.
Pesan kebahagiaan.
Untuk hari depan.

Baca Juga: Cinta yang Mengendap Bersama Gerimis Sore Hari

SEDIKIT JAWABAN

Bagaimana kemerdekaan?
Tidak semu lagi, bukan?
Kalian tidak akan merasakan saat di mana saya datang.
Gelap dan tanpa cahaya yang terpijarkan.

Walau dulu sering saya jalan malam.
Masih terasa getar dan tidak seimbang.
Karena itu, saya sangat mendesak.
Untuk dijadikannya satu yang tidak tergantikan.

Baca Juga: ‘Terima Kasih dari Pejabat Negeri’

Bernanah, berdarah, bercucuran.
Kami mempertahankan apa yang seharusnya.
Untuk kalian yang melanjutkan jalan-jalan sunyi masa depan.
Lanjutkan semangat kami untuk masa depan.

Walau seperti tiada.
Tetapkan dalam ceruk budi kalian.
Tidak boleh ada yang tidak terselesaikan.
Seratus tahun ada semangat itu pada kalian.

Seratus tahun kalian membangun generasi unggul masa depan.
Untuk jiwa dan budi yang terus berkembang.
Buka mata, Lebarkan telinga.
Bangun jiwa dan budi untuk kebahagiaan bersama

Baca Juga: Menulis Puisi di Media Sosial, Bermula dari Iseng Bermanfaat untuk Berliterasi

Untuk masa depan yang indah, Pastikan itu selalu dalam ingatan.
Kuat! Kalian bisa!
Tidak ada yang tidak berarti di sana.
Semua harus percaya.

Untuk kebahagiaan bersama.
Kubur dalam yang negatif, buruk, maupun membawa duka.
Tanam benih-benih kebahagiaan dan sirami dengan semangat.
Besok pasti lebih baik.

Muhammad Yusuf Siswijayanto adalah mahasiswa Universitas PGRI Kanjuruhan Malang. Tulisan ini disunting oleh Sulistyani, anggota Perkumpulan Ilmuwan Sosial Humaniora Indonesia (PISHI)

BERITA KHUSUS

Unipma Lakukan Pengabdian Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Digitalisasi Pasar Desa Klumutan Saradan Madiun

NUSADAILY.COM – MADIUN - Kemiskinan merupakan salah satu permasalahan yang saat ini dihadapi oleh sebagian besar masyarakat kita, khususnya masyarakat yang tinggal di pedesaan....

BERITA TERBARU

4 ABG Perkosa Gadis 13 Tahun di Hutan Kota Jakut, KemenPPPA: Pelaku Sering Akses Situs Dewasa

NUSADAILY.COM - JAKARTA - 4 ABG melakukan aksi bejat dengan memperkosa gadis berusia 13 tahun di Hutan Kota Jakarta Utara (Jakut). Keempat pelaku diketahui...