Senin, Juni 27, 2022
BerandaOpinionPermainan Asah Otak yang Tak Lekang oleh Waktu

Permainan Asah Otak yang Tak Lekang oleh Waktu

Oleh: Dr. Tatik Retno Murniasih, S.Si., M.Pd.

Teka-teki silang (TTS) pertama kali diciptakan oleh Arthur Wynne. Wynne dilahirkan di  Liverpool pada tahun 1871. Ia mendapat perintah dari New York World tempatnya bekerja untuk membuat sebuah permainan agar dapat dimuat pada koran.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Kemudian Wynne mengadaptasi permainan masa kecilnya yakni kotak ajaib menjadi teka-teki silang. Permainan teka-teki silang pertama kali terbit di New York World edisi 21 Desember 1913.

Awalnya TTS hanya terbit pada surat kabar Amerika namun akhirnya permainan ini merambah sampai benua Eropa pada tahun 1922.  Permainan ini menjadi ancaman bagi warga Amerika dan Eropa karena menghancurkan jam-jam kerja warga dengan kegemarannya mengisi teka-teki silang.

Jutaan orang kecanduan mengisi teka-teki silang baik yang muda maupun tua.  Hasil penelitian juga menunjukkan hampir semua surat kabar menampilkan kuis teka-teki silang pada tahun 1980an. Beberapa majalah di Indonesia bahkan hanya berisi teka-teki silang diantaranya majalah Asah Otak, dan majalah TTS.

Teka-teki silang merupakan permainan asah otak seperti puzzle. Kita bisa menjawab pertanyaan pada teka-teki silang dengan mengisi kolom mendatar dan menurun sesuai pertanyaan yang diajukan.

Bermain teka-teki silang dapat menjaga ingatan dan pikiran tetap sehat. Pertanyaan dalam teka-teki silang sering menuntut kita mengingat mengenai istilah, nama tokoh, nama tempat, bahasa tertentu, dan lain sebagainya. Secara tidak sadar teka-teki silang dapat meningkatkan pengetahuan kita.

Hasil penelitian menunjukkan bermain teka-teki silang dapat mengurangi kecemasan dan stress karena dapat mengasah kemampuan kognitif. Media pembelajaran teka-teki silang juga dapat meningkatkan minat dan hasil belajar siswa. Teka-teki silang bisa diisi secara mandiri maupun kolaborasi sehingga dapat meningkatkan kemampuan kerja sama dan komunikasi siswa.

Baca Juga: Ernest Prakasa Jajal Genre “Thriller” Lewat “Teka Teki Tika”

BERITA KHUSUS

Ada Penampakan Kuntilanak di Acara Gowes HUT ke-104 Kota Mojokerto

NUSADAILY.COM – MOJOKERTO – Masih dalam rentetan HUT ke 104 Kota Mojokerto, kali ini ribuan masyarakat berpartisipasi ramaikan gowes bersama Gubernur Jawa Timur, Khofifah...

BERITA TERBARU

Tim Tabur Kejaksaan Ringkus Buronan Rekayasa Kenaikan Jabatan di Lingkungan Pemkot Batu

NUSADAILY.COM - KOTA BATU – Cukup lama Budiono Iksan bersembunyi dari kejaran Kejari Kota Batu. Budiono divonis bersalah dengan hukuman 5 tahun penjara berdasarkan...

Oleh: Dr. Tatik Retno Murniasih, S.Si., M.Pd.

Teka-teki silang (TTS) pertama kali diciptakan oleh Arthur Wynne. Wynne dilahirkan di  Liverpool pada tahun 1871. Ia mendapat perintah dari New York World tempatnya bekerja untuk membuat sebuah permainan agar dapat dimuat pada koran.

Kemudian Wynne mengadaptasi permainan masa kecilnya yakni kotak ajaib menjadi teka-teki silang. Permainan teka-teki silang pertama kali terbit di New York World edisi 21 Desember 1913.

Awalnya TTS hanya terbit pada surat kabar Amerika namun akhirnya permainan ini merambah sampai benua Eropa pada tahun 1922.  Permainan ini menjadi ancaman bagi warga Amerika dan Eropa karena menghancurkan jam-jam kerja warga dengan kegemarannya mengisi teka-teki silang.

Jutaan orang kecanduan mengisi teka-teki silang baik yang muda maupun tua.  Hasil penelitian juga menunjukkan hampir semua surat kabar menampilkan kuis teka-teki silang pada tahun 1980an. Beberapa majalah di Indonesia bahkan hanya berisi teka-teki silang diantaranya majalah Asah Otak, dan majalah TTS.

Teka-teki silang merupakan permainan asah otak seperti puzzle. Kita bisa menjawab pertanyaan pada teka-teki silang dengan mengisi kolom mendatar dan menurun sesuai pertanyaan yang diajukan.

Bermain teka-teki silang dapat menjaga ingatan dan pikiran tetap sehat. Pertanyaan dalam teka-teki silang sering menuntut kita mengingat mengenai istilah, nama tokoh, nama tempat, bahasa tertentu, dan lain sebagainya. Secara tidak sadar teka-teki silang dapat meningkatkan pengetahuan kita.

Hasil penelitian menunjukkan bermain teka-teki silang dapat mengurangi kecemasan dan stress karena dapat mengasah kemampuan kognitif. Media pembelajaran teka-teki silang juga dapat meningkatkan minat dan hasil belajar siswa. Teka-teki silang bisa diisi secara mandiri maupun kolaborasi sehingga dapat meningkatkan kemampuan kerja sama dan komunikasi siswa.

Baca Juga: Ernest Prakasa Jajal Genre “Thriller” Lewat “Teka Teki Tika”

Tak hanya permainan untuk mengisi waktu luang. Teka-teki silang dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran. Penggunaan teka-teki silang sebagai media dapat dimanfaatkan oleh guru untuk mengajarkan konsep pada siswanya. Proses mengajarkan konsep dari guru ke siswa harus dilakukan semaksimal mungkin agar siswa dapat memahami materi dengan baik.

Pembelajaran yang monoton dengan strategi yang sama membuat siswa merasa bosan. Jika hal ini berlangsung terus menerus menyebabkan tujuan pembelajaran tidak tercapai dengan baik. Guna mengatasi kebosanan siswa diperlukan media pembelajaran yang membuat siswa lebih bersemangat dalam belajar diantaranya teka-teki silang.

Seperti Wynne yang berhasil mengadaptasi permainan kotak ajaib menjadi TTS, guru juga diharapkan dapat mengadaptasi teka-teki silang manual/offline menjadi online. Guru harus dapat mengikuti perkembangan teknologi yang begitu pesat.  Era kemajuan teknologi digital membawa berbagai dampak perubahan. Tidak mengikuti perkembangan teknologi membuat kita akan jauh tertinggal. Guru dituntut untuk melek teknologi dalam membuat media permainan teka-teki silang.

TTS yang sebelumnya ditampilkan pada koran atau majalah secara offline bisa ditampilkan secara online pada PC maupun smartphone. Banyak keuntungan dan kemudahan yang didapat dari pemanfaatan teknologi secara online. Teknologi online dapat menghemat biaya dan waktu.

Membuat teka-teki silang secara online lebih mudah dibanding secara manual. Teka-teki silang yang dibuat secara manual memerlukan ketelitian yang tinggi ketika menghitung jumlah kotak jawaban. Misal jawaban terdiri dari empat kata jangan sampai keliru membuat lima kotak.

Selain itu diperlukan ukuran yang presisi antara kotak jawaban yang terhubung secara mendatar dan menurun sehingga jawaban tidak melenceng dari kotaknya. Tenaga dan waktu yang digunakan untuk membuat teka-teki silang secara manual juga lebih banyak dibanding online.

Baca Juga: Supersemar, Surat Sakti yang Masih Menjadi Teka-Teki

Teka-teki silang yang dibuat secara online merupakan media pembelajaran yang sesuai untuk diterapkan guru saat ini. Salah satunya dengan memanfaatkan software gratis EclipseCrossword. Software ini dapat dijalankan pada PC atau smartphone. Aplikasinya bisa dibagikan langsung pada siswa secara online.

Konten soal teka-teki silang online dapat disesuaikan dengan materi pelajaran. Misalnya untuk pembelajaran matematika di sekolah, guru dapat menggunakan TTS online untuk mengingat konsep. Sedangkan untuk pembelajaran bahasa TTS online dapat melatih siswa untuk mengingat kosa kata.

Teka-teki online diyakini dapat mengalihkan kecanduan siswa bermain game online. Kecanduan game online dapat mempengaruhi tumbuh kembang siswa dalam belajar dan berinteraksi. Guru mempunyai peran untuk membuat media yang dapat mengalihkan kecanduan siswa bermain game online. Pemberian alternatif permainan diantaranya teka-teki silang online merupakan salah satu cara mengatasi kecanduan tersebut.

Teka-teki silang merupakan permainan yang tidak lekang oleh waktu. Seperti pada eranya banyak orang berbagai kalangan usia kecanduan teka-teki silang dapat dijadikan alternatif bagi guru untuk mengadopsi permainan ini. Guru sebaiknya mengolah materi pelajaran sehingga dapat diadaptasi dalam teka-teki online.  

Baca Juga: Sinopsis “Teka-Teki Tika”, Film Misteri Pertama Ernest Prakasa

Dr. Tatik Retno Murniasih, S.Si., M.Pd. adalah dosen Pendidikan Matematika Universitas PGRI Kanjuruhan Malang