Minggu, September 25, 2022
BerandaOpinionMakna di Balik 10 Muhharam

Makna di Balik 10 Muhharam

Oleh: Dr. Sitti Aida Azis, M. Pd.

TRADISI masyarakat merupakan kebiasaan yang menjadi norma atau aturan yang disepakati oleh masyarakat dan dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Masalah kebertahanan dan keberlanjutan suatu tradisi tergantung pada proses pewarisannya. Biasanya, dalam suatu tradisi yang dianggap sakral disertai dengan “doktrin” yang sifatnya tabu untuk dilanggar

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Bulan Muharram adalah bulan pertama kelender Hijriah. Bagi warga Sulawesi Selatan khususnya suku Bugis Makassar memiliki tradisi turun-temurun sampai sekarang masih dilaksanakan. 

Tradisi tersebut yaitu Jepe Syurah (Makassara) dan Peca Syurah (Bugis). Tradisi ini dilaksanakan sekali setahun tepatnya pada 10 Muharram (sekarang tepat pada tanggal 08 Agustus 2022).

Jepe berarti bubur nasi dan Syurah berarti Muharram. Berdasarkan anggapan sebagian masyarakat Bugis/Makassar, hal tersebut dijadikan tradisi untuk mengenang peristiwa tenggelamnya dunia pada masa Nabi Nuh as, yang konon ceritanya waktu itu kekurangan perbekalan.  Dengan persediaan makanan yang kurang itu nasi harus dihemat dengan cara memasaknya menjadi bubur agar menjadi banyak dan cukup untuk pengikut Nabi Nuh.

Hidangan Jepe syurah terlihat unik karena dihiasi seperti: irisan telur dadar berwarna warni, tumpi-tumpi (semacam perkedel ikan). Ditambah  hiasan huruf dari bahan ketela rambat yang berwarna ungu, kuning, putih, dan udang goreng. Selain itu ada juga taburan biji-biji delima, taburan jeruk pomelo, dan taburan kacang goreng (langkoseng = kacang kupas)

Mulai dari bahan baku sampai  hiasan jepe surah, sarat akan makna atau bernilai filosofi bagi masyarakat yang   menggelarnya. Jepe bahan dasarnya adalah beras, santan (kelapa), air dan garam. Bahan tersebut dimasak sebagaimana memasak bubur (tekstur bubur merah). Beras asalnya dari padi, simbol pangan sebagai bahan pokok adalah sumber kehidupan sehari-hari. Sementara santan dari buah kelapa adalah simbol kenikmatan.

Buah kelapa memberikan semua hal yang dibutuhkan dalam hidup. Maksudnya, seluruh bagian dari pohon bisa dimanfaatkan. Garam adalah makna kekuatan, tanpa garam kehidupan hambar. Ambillah misalnya masakan yang tampa diberi garam, pasti tidak enak rasanya. Garam adalah bumbu dapur yang utama. Garam memiliki sifat penghantar arus listrik dan tidak mengubah warna kertas lakmus merah maupun biru.

Sifat air, mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah. Maknanya adalah  meskipun kita  berada di atas, tetaplah  melihat ke bawah. Sehingga apa yang dimiliki saat ini, bisa bermanfaat bagi sesama. Seperti halnya dengan air yang memberikan kehidupan bagi siapa saja, tidak pandang kaya maupun miskin.

BERITA KHUSUS

Kolaborasi Lintas Umat Beragama Suguhkan Pentas Budaya Menawan di Kota Pasuruan

NUSADAILY.COM - PASURUAN - Sebutan Kota Madinah (Maju Ekonominya, Indah Kotanya, Harmoni Warganya) sepertinya tidak salah disematkan bagi Kota Pasuruan. Hal tersebut salah satunya...

BERITA TERBARU

Catat! Ini 10 Makanan Pembersih Paru-paru, Pernapasan Jadi Plong

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Paru-paru termasuk salah satu organ tubuh yang sangat penting untuk diperhatikan kesehatannya. Organ ini menjadi tempat pertukaran oksigen dan karbondioksida...