Senin, Desember 6, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaOpinionEssayPemberdayaan dan Pendayagunaan "Atrum Desa Undagi" Sub-Area Barat Tulungagung

Pemberdayaan dan Pendayagunaan “Atrum Desa Undagi” Sub-Area Barat Tulungagung

- Advertisment -spot_img

Desa Berdaya, Desa Berguna, Menuju “Desa Berhulu Budaya”

Essay : M. Dwi Cahyon

A. Ekologi Sub-Area Barat Tulungagung

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Sebagaimana halnya dengan di daerah-daerah lain, area Tulungagung dapat dikelompokan ke dalam 5 (4+1) menurut empat penjuru mata angin ditambah satu sentarum. Dengan formula ini, wilayah luas di Kabupaten Tulungagung (1.055,65 km²) yang terdiri atas 19 kecamatan, dengan 271desa, cukup hanya dikelompokkan ke dalam 5 sub-area : (1) Sub-area Tengah, (2) Sub-area Timur, (3) Sub-area Selatan, (4) Sub-barat, dan (5) Sub- area utara. Di sub-area barat itu ada empat kecamatan, yaitu : (a) Gondang, (b) Pagerwojo, (c) Sendang, dan (d) Karangrejo.

Kecamatan Gondang berada di sub-area barat, dan berbatasan dengan Kecamatan Durenan di wilayah Kabupaten Trenggalek. Terdapat sebanyak 20 desa di Kecamatan Gondang, tiga diantaranya berkenaan dengan kegiatan pemberdayaan bertajuk “Atrium Desa Undagi”, yaitu (1) Desa Dukuh, (2) Desa Kiping, (3) Desa Bendungan.

Ada lima desa pada DAS Ngasinan, yang tetkait dengan ritus-ekologi “Larung Sedekah Air”, yaitu (1) Desa Dukuh, (2) Desa Kedal, (3) Desa Sepatan, (4) Desa Gondosuli, dan (5) Desa Tawing. Pada kedua kegiatan itu, Desa Dukuh turut terlibat, sehingga bisa dikatakan bahwa Desa Dukuh adalah Desa Undagi yang berada di DAS Ngasinan, bahkan instalasi air berupa Dam (disrbut pula “bendungan” atau “dawuhan”) Sungai Ngasinan berada di Desa Dukuh.

Sebagian besar desa-desa di Kecamatan Gondang berada di awal yang datar (flat), di lembah sisi timur Gunung Wilis. Uniknya, di areal datar ini menyembul sebuah bukit kecil, yang diberi nama “Gunung Bolo”. Desa-desa yang terkait dengan dua kegiatan itu tak ada yang berada di areal Gunung Bolo, melainkan di tanah datar yang dijadikan sebagai lahan pertanian luas, padamana Kali Ngasinan melintas dari daerah Trenggalek.

Tergambarlah bahwa tiga desa undagi (perajin, perihal) itu sekaligus merupakan desa- desa pertanian (agraris) yang bertetangga. Kedua kegiatan itu — yang melibatkan tujuh desa, adalah kegiatan lintas desa, kegiatan yang merelasikan desa-desa bertetangga, yang diharapkan berfaedah untuk mempererat hubungan ke tetangganya antar desa bertetangga.

- Advertisement -spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA POPULAR