Senin, Januari 24, 2022

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaOpinionEssayJejak Ikonografis Dewi Mahakali Di Daerah Malang : Dewi Kematian Dalam Agama...

Jejak Ikonografis Dewi Mahakali Di Daerah Malang : Dewi Kematian Dalam Agama Hindu

Oleh : M. Dwi Cahyono
Redaktur Ahli Sejarah Nusadaily.com

A. Dewi Kematian dan Pejuang Harkat Wanita

1. Dewi Kematian

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Salah satu etape dalam siklus kehidupan manusia adalah kematian — selain kelahiran dan menikah. Mati merupakan suatu realitas kodrati makhluk hidup, baik manusia, hewan ataupun tumbuhan. Entah kapan dan karena sebab apa, semua makhluk hidup bakal mati. Dalam konsepsi religis, pelepasan nyawa dari raga dilakukan oleh makhluk Adikodrati, yang berupa Dewa/i atau Malaikat, yang diberikan sebutan “Pencabut Nyawa”.

Pada konsepsi Islam, Malaikat Pencabut nyawa adalah Izrail (Arab:عزرائیل, Azrail, Asriel, Azaril dan Azrael), yaitu salah satu dari empat malaikat utama selain Jibril, Mikail, dan Israfil di dalam ajaran Islam. Pada mitologi Yunani ada sebutan “Psychopomp” yang diyakini sebagai : pengakhir kehidupan, yang secara harafiah berarti : panduan jiwa. Nama untuk Dewa Pencabut Nyawa pada mitologi Yunani adalah Thanatos.

Dalam agama Hindu, “Dewata Pengakhir Hidup” diwujudkan sebagai seorang dewi, yaitu Dewi Kali (varian penulisannya “Kali”, yakni sakti (istri) dari Dewa Siwa. Bisanya Kali dirupakan sebagai wanita yang berkulit hitam atau biru, wajah mengerikan; bahkan berlumuran darah. Aksesoris berupa kalung (hara) serta upawita yang berbentuk serangkaian tengkorak (kapala) para Asura yang dipeggalnya dan ular. Dalam ikonografi, Kali dipersonifikasikan sebagai bertangan empat (caturbhyuja), masing- masing membawa atribut (a) pedang (kadga), (b) trisula, (c) kepala yang terputus, dan (d) mangkuk kapala sebagai wadah bagi darah dari kepala yang telah terpenggal dari lehernya. Wajahnya merah, matanya juga merah, yang menggambarkan aspek kemarahan, rambutnya kusut acak-acakan, kedua taring kecilnya kadang mencuat keluar dari mulut, dan lidah-Nya dijulurkan. Seperti halnya Siwa dan Ganesha, acap matanya berjumlah tiga (trinetra).

Kali merupakan bentuk krodha dari Dewi Parwati, sebagai lambang kematian, baik kematian manusia, Asura maupun Dewata. Kali juga bersifat ganas dan tak pandang bulu. Nyaris tak seorang makhluk pun sanggup menghentikannya, kecuali Siwa. Wajahnya yang mengerikan adalah simbol bahwa kematian ditakuti oleh manusia. Lidahnya terjulur keluar, yang melambangkan bahwa tiada hari tanpa kematian. Diibaratkan bahwa kematian selalu lapar. Setiap orang akan ditelan maut. Kalung dan upawita yang berupa tengkorak (kapala), yang melambangkan kematian. Siwa maupun Kali mengemban tugas “melebur” segala makhluk yang sudah tak layak hidup di dunia.

- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com Nadzira Shafa sempat hamil anak Ameer Azzikra #tiktoktaiment ♬ Filtered Light - Nik Ammar / Mike Reed