Rabu, Agustus 10, 2022
BerandaOpinion & ArtOpinionEkowisata Desa, Prospektif Sebagai Penguat Ekonomi Rakyat Pascapandemi

Ekowisata Desa, Prospektif Sebagai Penguat Ekonomi Rakyat Pascapandemi

Ekowisata di wilayah tersebut memberikan dua dampak; dampak biologi dan dampak sosial ekonomi. Dampak biologinya, ekowisata hutan mangrove ini sebagai tempat mencari makan dan tempat proses berkembangnya berbagai jenis ikan, burung, flora dan fauna.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Dampak sosial ekonominya, mampu menciptakan lapangan kerja baru yang dapat meningkatkan perekonomian warga sekitar. Dengan keunikannya seperti adanya wisata edukasi pembibitan pohon mangrove, perpustakaan untuk anak-anak, sehingga bisa belajar dan menikmati keindahan alam.

Kedua, Ekowisata Hiu Paus yang berada di Desa Labuhan Jambu Kecamatan Tarano. Dalam pengembangan ekowisata ini, menawarkan banyak spot-spot wisata. Seperti wisata snorkeling berenang bersama Hiu Paus. Tampilan pengembangan budidaya ikan di keramba jaring apung. Atraksi  memberi makan ikan termasuk hiu paus di tengah laut. Atraksi mengamati penyu, berburu ikan. Atraksi proses memanen rumput laut, hingga atraksi lumba-lumba. Spotspot ekowisata ini tidak  hanya terdapat di lautan, bahkan di daerah pesisir pantai Desa Labuhan Jambu sudah mulai mengembangkan tempat-tempat tongkrongan seperti cafe, angkringan, rumah makan dan sejenisnya.

Salah satu potensi kawasan ekowisata hiu paus adalah memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat sekitar objek ekowisata, yang dulu hanya bergantung hidup pada hasil tangkapan di laut kini sudah mulai memiliki penghasilan tambahan dari sektor pariwisata yang ada di desa mereka.

Selain adanya potensi tersebut perubahan nyata timbul dalam masyarakat adalah semakin meluasnya mata pencarian masyarakat setempat. Hal itu dapat dibuktikan dengan munculnya berbagai usaha kecil menengah yang dikembangkan oleh masyarakat  dari berbagai kalangan. Baik dari kalangan ibu-ibu maupun pemuda.

 Paparan tersebut, bisa menjadi motivasi bagi beberapa wilayah. Utamanya untuk melihat potensi masing-masing dan mengembangkan ekowisata desa sehingga menjadi suatu upaya dalam mengatasi kemiskinan yang ada.

*Penulis adalah dosen bahasa Indonesia di Universitas Qomaruddin Gresik. (Disunting Oleh:Dr.Ida Sukowati, M.Hum)

BERITA KHUSUS

Dok! Seluruh Fraksi di DPRD Ponorogo Setujui Perubahan SOTK Satpol PP dan RSUD

NUSADAILY.COM - PONOROGO - Usulan Raperda Perubahan kedua atas Perda No.6 Tahun 2016 tentang pembentukan dan susunan perangkat daerah untuk OPD Satpol PP yang...

BERITA TERBARU

Pelanggan Ini Kesal Gegara Kena Getok Harga, Pesan 4 Minuman Seharga Rp 5,4 Juta

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Pergi liburan ke Yunani, seorang turis mengalami kejadian getok harga. Dirinya dipaksa membayar Rp 5,4 juta untuk menu minuman saja. Pergi...