Senin, Januari 24, 2022

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaOpinionBahasa Wanita Menunjukkan Penghargaan, Dukungan ataukah Dominasi?

Bahasa Wanita Menunjukkan Penghargaan, Dukungan ataukah Dominasi?

Oleh: Dr. Risa Triassanti, M.Pd.

Kemampuan berkomunikasi adalah salah satu kunci sukses dalam pekerjaan di bidang apapun.  Kemampuan ini mendukung suatu hubungan dan kerjasama yang terjalin. Saat ini tidak ada perbedaan antara pria dan wanita dalam pekerjaan.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Banyak pendapat yang percaya bahwa wanita terlahir dengan keinginan untuk mendukung orang lain dan tidak bersikap kompetitif atau mendominasi. Apakah benar seperti itu?

Bahasa yang digunakan beberapa wanita telah bergeser menjadi pola bahasa yang lebih terhormat dan Bahasa yang lebih formal untuk menghindari dominasi rekan bicara (Wardhaugh. 2006).

Ada ciri umum dari bahasa wanita yang mungkin sudah banyak diketahui yaitu self disclosure atau bersikap terbuka, misalnya saja tentang kehidupannya, tentang pengalamannya. Mereka secara umum senang untuk berbagi cerita dengan orang lain.

Baca Juga: Wajib Dicatat, Ini Bahasa Tubuh Wanita Berselingkuh

Jadi wajar saja jika kita melihat ibu ibu yang ketika bertemu temannya selalu berbagi cerita, itu semata mata karena mereka peduli dan ingin menunjukkan empati pada orang lain.

Yang menarik adalah wanita cenderung memberikan kesempatan kepada orang lain untuk bergantian bicara.

Mereka lebih memilih bergantian daripada fokus pada pendapatnya dan tidak memberi kesempatan orang lain untuk merespon atau berbagi pengalamannya.

Ternyata dalam percakapan wanita dan pria menunjukkan perbedaan yang khas. Perbedaan itu bisa dilihat dari penggunaan beberapa jenis kata. Ada pendapat yang mengatakan bahwa kecenderungan bahasa wanita menunjukkan keragu-raguan dan kelemahan di depan lawan bicara.

Baca Juga: Viral! Video Wanita Pamer Payudara dan Alat Kelamin di Bandara YIA

Berbeda dalam hal itu pendapat Coates (2004) menunjukkan bahasa wanita dari sisi yang lain yaitu ada kekuatan di balik kelemahannya.

Beberapa kalimat yang menunjukkan ciri bahasa wanita dan merupakan kalimat yang sering digunakan dalam percakapan adalah kalimat tanya, kalimat tanya berupa tag question, dan juga hedges.

Dalam komunikasi kita seringkali tidak menyadari bahwa ada kecenderungan kalimat yang seringkali kita gunakan.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Dorong Pembentukan Kelompok Wanita Tani di Kampung

Dalam percakapan misalnya ada beberapa orang lebih sering bertanya daripada bercerita tentang dirinya atau memberikan informasi tentang sesuatu.

Ternyata wanita lebih sering mengajukan pertanyaan daripada pria. Sebuah studi menunjukkan bahwa wanita lebih sering bertanya daripada membuat kalimat yang berisi informasi (Coates 2004).

Suatu pertanyaan lebih menunjukkan kekuasaan atau dominasi daripada suatu pernyataan. Itulah mengapa seringkali wanita menggunakan kalimat interogasi kepada lawan bicara misalkan suami untuk mengarahkan ke mana pembicaraan.

Baca Juga: Evi Masamba Jadi Penyanyi Dangdut Wanita Terbaik di ADI 2021

Dengan adanya pertanyaan maka percakapan akan bergulir sesuai dengan tujuan penanya. Pihak lain yang menjawab akan berusaha mengikuti pertanyaan dan menjawab sebaik baiknya. Dari sini kita bisa membayangkan situasi lain di ruang sidang tesis atau disertasi. 

Bisa kita rasakan bagaimana kekuatan pertanyaan dibandingkan pernyataan. Pihak penanya berada di atas angin dengan menanyakan apapun sesuai dengan wawasan dan pengalamannya yang terkadang sangat sulit sekali diterka.

Penanya bebas mengarahkan ke mana pembicaraan akan berlanjut. Sementara itu pihak yang menjawab berusaha keras untuk memberikan penjelasan dengan benar.

Belum lagi jika pertanyaan tidak bisa dipahami atau bahkan di luar pengetahuannya, percakapan bisa berhenti atau stuck.  

Baca Juga: Akhir Cekcok Arteria Vs Wanita Kerabat Jenderal, Minta Maaf Lalu Pingsan

Tentu saja kita tidak bisa mengatakan bahwa wanita itu ahli interogasi atau seperti dosen penguji yang menakutkan. Hal yang bisa kita simpulkan adalah wanita lebih sering menggunakan pertanyaan untuk mengarahkan ke mana pembicaraan akan bergulir.

Fungsi lain dari penggunaan pertanyaan adalah untuk menjaga komunikasi tetap berjalan. Jika tidak ada pertanyaan lebih lanjut maka dengan sendirinya suatu percakapan akan terhenti.

Percakapan yang seimbang adalah ada yang bertanya dan ada yang menjawab sesuai yang ditanyakan. Jika tidak maka percakapan itu akan menjadi monolog atau ceramah satu arah.

Kalimat pertanyaan yang digunakan oleh seseorang menunjukkan bahwa orang tersebut mempunyai kekuasaan. Orang yang memberikan pertanyaan memegang kontrol atas apa yang orang lain katakan karena jawaban atas pertanyaan tersebut harus sesuai dengan pertanyaan.

Misalkan saja orangtua yang anaknya sedang liburan keluar kota akan bertanya banyak hal seputar kegiatan yang dilakukan anak bersama teman temannya.

Pertanyaan tersebut biasanya seputar keamanan kegiatan sehingga anak berusaha menjawab pertanyaan untuk tidak membuat orangtuanya khawatir daripada menceritakan hal hal lain.

Di sinilah kita bisa melihat fungsi dari pertanyaan dalam mengontrol  percakapan untuk mencapai tujuan yaitu mencari informasi tentang keamanan anaknya. Hal ini juga terjadi ketika ada percakapan dua orang teman lama pria dan wanita kebetulan dua duanya masih sendiri.

Mereka secara tidak sengaja bertemu dan si wanita bertanya tentang kegiatan dan pekerjaan sehingga temannya menjawab sesuai dengan pertanyaan tentang kegiatannya. Pertanyaan tersebut membantu wanita untuk membawa percakapan tetap santai meskipun mengandung maksud mencari info tentang temannya.

Dengan adanya pertanyaan juga menunjukkan bahwa percakapan itu berjalan dengan lancar dan terus berlanjut. Ada suatu keadaan yang membuat pria lebih banyak bertanya ketika mereka mempunyai posisi atau status sosial yang lebih tinggi misalkan saja dalam pekerjaan sebagai atasan atau dari segi usia yang lebih tua.

Dalam situasi ini siapapun baik pria atau wanita lebih banyak mengajukan pertanyaan jika mempunyai status lebih tinggi. Maka dari itu konteks wanita lebih banyak bertanya jika status sosial dengan lawan bicara adalah sama.

Jenis kalimat lain dalam bahasa wanita yang sering kita temui adalah tag question atau kalimat pertanyaan untuk mengonfirmasi sesuatu. Jenis kalimat tanya ini lebih banyak digunakan wanita daripada pria.

Dalam bahasa Indonesia berupa kalimat pendek yaitu “Ya tidak?”,  “Ya?”, “Kan?” atau “Bukan?”, “Betul?”,”Apa benar”, “Bukan begitu?” Contoh dalam kalimat seperti “Kemarin aku lihat kamu pergi ke rumah sakit, benar kan?” Kalimat ini bisa juga berbentuk negatif yaitu “mereka tidak sedang bertengkar, kan?” atau “Kamu tidak jadi berangkat ke Surabaya besok pagi, kan?”

Secara umum kalimat tanya jenis ini berorientasi pada rekan bicara atau dengan kata lain digunakan untuk menunjukkan sikap kita kepada lawan bicara.

Kalimat tanya ini bisa menunjukkan dukungan kepada rekan bicara, contohnya “Kamu pasti bisa mengerjakan soal ujian kenaikan kelas dengan baik, ya kan?”  Dalam kalimat ini terlihat bahwa penanya memberi dukungan sekaligus meyakinkan bahwa rekan bicaranya bisa mengerjakan ujian dengan baik.

Kata lain yang menunjukkan karakter bahasa wanita adalah hedges yaitu kata, frase atau kalimat yang menunjukkan bahwa keyakinan atau keraguan terhadap suatu hal yang menjadi topik pembicaraan.

Contoh hedges yang sering digunakan adalah saya pikir, kamu tahu, saya yakin, mungkin, agak, semacam, maksud saya, ngomong-ngomong, dan lain-lain. Hedges lebih banyak digunakan wanita daripada pria.

Fungsi  hedges yang lain adalah menunjukkan kesopanan dalam memberikan pendapat, memberikan perintah atau permintaan.

Seperti dalam kalimat “Bagaimana menurutmu, apakah drama Korea Now We Are Breaking Up itu bagus? Agak mirip sih alur ceritanya dengan film-film dia yang lain, tapi bagus juga karena saya suka settingnya industri fashion.”

Kata “agak”  mengurangi efek yang ditimbulkan dari komentarnya karena mungkin saja si penanya mengharapkan jawaban sebaliknya.

Ketidakpastian ini sering diartikan sebagai kata yang menunjukkan tidak tegasnya wanita tapi ketidakpastian lebih menunjukkan kesopanan.

Dengan kata lain hedges digunakan untuk menghargai lawan bicara sehingga dan mempertimbangkan tanggapan apa yang diterima setelah memberikan komentar.

Dalam percakapan, wanita lebih peka dan memperhatikan perasaan orang lain ketika berbicara dan memperhalus perkataan yang bisa diterima sebagai hal yang negatif oleh lawan bicara.

Pembedaan bahasa wanita dan pria bukan untuk membandingkan siapa yang lebih baik tetapi mencari sisi positif dan kelebihan masing-masing. Bahasa menunjukkan bagaimana diri kita di mata orang lain.

Bahasa mampu membangun suatu hubungan yang baik jika digunakan untuk mendukung dan menghargai orang lain. Sebaliknya bahasa juga mampu menjauhkan hubungan dan memperlebar jarak jika semata-mata digunakan untuk menunjukkan posisi yang lebih tinggi dari orang lain.

Penulis adalah dosen Universitas PGRI Ronggolawe, dan pengurus DPP Cebastra.

- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com Nadzira Shafa sempat hamil anak Ameer Azzikra #tiktoktaiment ♬ Filtered Light - Nik Ammar / Mike Reed