Kamis, Oktober 21, 2021
BerandaOpinionApa yang Harus Diketahui dalam Bermedsos dengan Facebook?

Apa yang Harus Diketahui dalam Bermedsos dengan Facebook?

- Advertisment -spot_img

Oleh: Dr. Sulistyani, M.Pd.

Beberapa tahun yang lalu saya memulai menggunakan facebook. Saya berfikir dapat menggunakan facebook itu keren. Lama kelamaan saya menemukan banyak manfaat dari itu.

Selain dapat berkomunikasi dengan teman-teman tanpa harus bertemu secara fisik. Saya juga dapat menambah teman dan menemukan teman lama yang sudah hilang kontak.

Yang menarik lagi adalah mendapatkan banyak informasi penting dalam banyak bidang. Seperti bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial, budaya, agama, dan sebagainya.

Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang begitu cepat memang harus diakui sangat membantu kita dalam menyampaikan informasi. Jika kita menggunakannya dengan baik tentu akan bermanfaat baik bagi diri kita sendiri maupun orang lain.

Baca Juga: Andung

Sebaliknya kita dapat merugikan diri-sendiri dan orang lain jika kita tidak tahu cara menggunakannya dengan baik dan bijaksana. Tidaklah sesederhana menulis sesuatu yang mesti disukai banyak orang, namun setidaknya sopan terhadap siapapun.

Aktifitas kita berfacebook tentunya ada yang sama dan ada banyak perbedaan orientasi. Itu tergantung tujuan dan interest masing-masing.

Yang biasa saya lakukan adalah untuk mengetahui kabar teman-teman dan orang-orang lain yang saya kenal tanpa menghubungi mereka satu persatu. Hal yang menarik menurut adalah ketika mereka pesan-pesan penting, lucu, positif, dan informatif.

Baca Juga: Phubbing: Anti Sosial?

Ketika menemukan tulisan yang mengandung pesan dengan kriteria tersebut kemudian saya beri tanda like dan terkadang saya beri komentar.

Selain aktifitas tersebut, menyosialisasikan informasi bermanfaat bagi siapapun dan sekali waktu juga menulis suatu. Jika tidak penting, pesan yang sifatnya hanya sekedar bercanda merupakan kegiatan yang sering saya lakukan difacebook.

Dari pengalaman tentang penggunaan facebook, saya terkadang atau tidak jarang menemukan hal-hal yang tidak sesuai dengan ekspektasi. Karena komunikasi di Facebook pada umumnya menggunakan bahasa tulis. Saya berfikir bahwa pengungkapannnya pastinya akan lebih tertata baik dari segi teknik tulisan maupun isinya.

Baca Juga: Membaca untuk Menulis Fiksi Sejarah

Mengapa begitu? Karena biasanya ketika menulis, si penulis dapat sambil merencanakan. Artinya kita biasanya berfikir tentang apa yang disampaikan sekaligus menggunakan bahasa seperti apa. Sehingga yang tertuang pada tulisan itu sebenarnya buah fikir dan perencanaan.

Selain itu, tulisan yang sudah tertuang di Facebook pun dapat dibaca kembali. Jika ternyata dirasakan kurang cocok isi atau bahasanya penulis masih dapat memperbaiki.

Baca Juga: Simbol Kada-kada Tominaa dalam Upacara Rambu Solok Tanah Toraja

Menulis atau berkomunikasi secara tertulis sama halnya dengan berbicara langsung dalam hal penggunaan bahasa. Maksudnya adalah bahwa penulis seharusnya mengikuti kaidah keberterimaan dalam masyarakat.

Menurut Dell Hymes ada beberapa faktor yang membuat ungkapan-ungkapan yang berterima. Faktor-faktor tersebut meliputi setting and scene atau (waktu, tempat, psikologi), participants (aktor atau pembicara, pendengar), ends/goals (maksud, tujuan, harapan outcome) acts sequence (bentuk dan urutan peristiwa), key (nada dan manner/etika), instrumentalities (bentuk dan pemilihan kata), norm (peran sosial), genre (jenis teks).

Semua faktor ini harus menjadi pertimbangan penting untuk berkomunikasi. Misalnya seseorang sedang berbicara atau menulis pesan kepada orang lain yang belum dikenal. Maka untuk dapat berkomunikasi dengan baik perlu kiranya untuk mengetahui misalnya waktu dan tempat dan dengan siapa kita berbicara.

Berbicara di kantin dengan sesama teman cenderung informal bahkan dapat menggunakan istilah-istilah tertentu yang hanya diketahui mereka. Sedangkan jika setting berkomunikasinya di kantor dan berbicara dengan atasannya maka cenderung bersifat formal sehingga bahasa yang digunakan juga lebih standard.

Dengan begitu pemilihan bahasa berkomunikasi dengan orang lain akan cenderung lebih tepat. Ungkapan seperti ‘mlm’, ‘hai’, ‘tinggal dimana’, ‘umur berapa’ secara langsung tidaklah sesuai disampaikan kepada orang yang lebih tua, lebih tinggi statusnya, dan belum pernah dikenalnya.

Begitupun di facebook. Pertimbangan-pertimbangan semacam ini berlaku juga untuk faktor-faktor yang lain.

Saya pernah merasa tidak nyaman atau terganggu dengan cara berkomunikasi orang yang baru kenal. Yang sok tahu dan sok akrab dengan menggunakan satu kata dan disingkat-singkat seperti di atas tanpa ada ekspresi kesopanan sama sekali pada messenger.

Cara berkomunikasi seperti itu sering menjadi bermasalah, membingungkan untuk dijawab bahkan membuat lawan bicara takut terhadapnya.

Kalau sudah seperti itu saya cek profilnya seperti apa, apakah ada kesamaan teman, dan isi postingan-postingannya apa saja dan sebagainya. Hal tersebut perlu dilakukan untuk dapat merespon dengan tepat untuk orang yang layak direspon.

Untuk orang yang postingannya mencurigakan perlu diklarifikasi. Melalui berbagai pertimbangan ada yang terpaksa saya blockir atau laporkan jika terindikasi mengandung kejahatan.

Beragam permasalahan dengan sesama pengguna facebook sering terjadi karena pemakaian bahasa yang tidak proper yang menimbulkan ketidaknyamanan orang lain. Bahkan saya sendiri pernah memutuskan untuk berhenti menggunakan facebook.

Namun akhirnya kembali lagi setelah sekian lama tidak mengunjunginya untuk kepentingan tertentu dan masih tetap menemukan masalah-masalah etika berkomunikasi sejenis. 

Mungkin ada orang lain yang mengalami masalah yang sama diluar sana. Sehingga bagi kita yang sadar akan fenomena seperti itu tugas kita adalah memberikan contoh baik secara nyata ketika berinteraksi di sosmed.

Bagi pengguna facebook wajib berhati-hati dengan penggunaan bahasa dan wajib tahu bagaimana cara menggunakan facebook yang baik.

Yang pertama, sebaiknya kenali dulu orang yang diajak berkomunikasi. Kedua, gunakan topik-topik yang umum sebagai bahan pembuka pembicaraan.

Ketitga, gunakan bahasa yang sopan misalnya diawali dengan pengucapan salam, permisi, maaf dan sebagainya. Kemudian sampaikan maksud atau tujuan dengan jelas dan jangan sok akrab jika belum yakin siapa lawan bicara itu.

*Penulis adalah dosen Universitas Nusantara PGRI Kediri, dan pengurus DPP Cebastra

- Advertisement -spot_img
Nusa Magz Edisi 46

BERITA POPULAR

- Advertisement -spot_img

BERITA KHUSUS

@nusadaily.com

Akhir-akhir ini Kota Malang panas banget nih, ngadem dulu yuk🍦🍦 ##tiktoktaiment

♬ Happy Ukulele - VensAdamsAudio

LIFESTYLE

Polda Metro Periksa Rachel Vennya Hari Ini

0
NUSADAILY.COM - JAKARTA - Penyidik Polda Metro Jaya berencana memeriksa ​selebgram Rachel Vennya terkait dugaan kabur dari isolasi di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet...