Senin, Januari 24, 2022

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaOpinion & ArtOpinionDunia Pendidikan dan (Alm) Novia Widyasari Rahayu

Dunia Pendidikan dan (Alm) Novia Widyasari Rahayu

Oleh: Ark

Dikutip dari Wikipedia, Quora adalah situs pertukaran pengetahuan yang didirikan pada Juni 2009 dan diluncurkan pada tahap beta privat di bulan Desember 2009. Situs ini mulai dibuka untuk umum pada 21 Juni 2010.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Nah, setelah memperkenalkan Quora, Sekarang saatnya menuju topik yang sedang hangata dibicarakan. Baik di dunia nyata maupun maya.

Baca Juga: Selebgram Mahasiswi UB Nekat Bunuh Diri di Atas Makam Ayah

Twitter, hampir sepekan lebih dibanjiri trending yang cukup menyayat hati. Kamatian seorang mahasiswa Universitas ternama di Malang yang tak sanggup menanggung beban yang cukup menyiksanya.

Almarhum Novia Wisyasari Rahayu, seorang mahasiswi jurusan pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Brawijaya, Malang yang bunuh diri menenggak racun di makam ayahnya.

Baca Juga: Pesta Ultah Selebgram Langgar Prokes Dibubarkan

Novia yang aktif di sosial media termasuk Quora, seringkali menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ada di sosial media itu.

Salah satu yang menarik adalah pertanyaan berikut ini yang sempat di jawab olehnya sekitar setahun yang lalu.

Baca Juga: Bupati Peluk Erat Novia yang Kehilangan 4 Keluarganya karena Tertimbun Longsor

Mengapa orang-orang masih memilih jurusan kuliah pendidikan? Bukankah menjadi guru gajinya kecil?

Saya kuliah jurusan Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Brawijaya Malang.

Alasannya cukup melankolis, saat itu saya adalah gadis umur 17 tahun lulusan SMK jurusan Akuntansi. Saya mendaftar di jurusan Ekonomi bisnis universitas yg akreditasinya dibawah UB hanya agar saya bisa mengembangkan skill akuntansi saya padahal saya pengen ambil Pendidikan karena saya inget betul betapa menyedihkannya saya melihat teman saya yg tidak mampu membayar SPP dikeluarkan dari kelas saat Ujian lalu ia akan dimarahi di depan siswa yg lain. Saya melihat teman saya yg nakal dan di permalukan, saya melihat teman saya yg tidak ahli di salah satu bidangnya mata pelajaran lalu di hukum di depan kelas.

Ya, saya ingin mengubahnya. Saya tidak ingin mengubah dunia, tapi setidaknya saya ingin mengubah dunia mereka.

Seseorang anak yg tidak bertanggung jawab dengan uang spp, uang buku lalu dia dikeluarkan dari kelas. Apakah itu adil? Bukankah itu akan menyakiti perasaan mereka? Lalu beberapa yg lain dari mereka menjauhi yg tidak mampu membeli buku karena keterbatasan ekonomi. Saya selalu sedih ketika melihat ada teman saya yg seperti itu.

Dan ada seseorang anak yg tengil kemudian guru mengeluarkan mereka dari kelas saat pelajaran, padahal bukankah usia remaja adalah usia minim empati. Apakah mengeluarkan siswa dari kelas membuat dia berubah dan pandai? Berikan nasehat dan sanksi tapi jangan memotong haknya yaitu mendapat materi yang sama.

Selanjutnya, saya tidak akan memberikan nilai yg buruk kepada mereka. Saya berjanji saya akan mengajarinya secara privat, membelikannya es krim, mempercayainya dengan saya meminta tolong kepadanya. Saya ingin dekat dengan siswa saya nanti apabila Allah mengizinkan saya untuk menunaikan apa yang saya cita-citakan. Saya tidak akan pernah memarahi mereka dan menunjukkan muka tidak enak.

Allah mengabulkan doa saya dengan menjembatani saya dengan ketrimanya saya di Pendidikan Bahasa Inggris UB.

Sampai detik ini saya sudah sering sekali mengajar les privat disela sela kuliah saya dengan gaji 35–50rb per pertemuan. Saya selalu membawa es krim dan jajan kemudian di sela sela belajar saya akan mengajaknya nyemil dan beberapa menit untuk melihat hiburan entah tiktok atau youtube. Kadang saya memperlihatkan sesuatu dan saya ingin tau bagaimana mereka menyikapi hal tersebut. Ketika siswa saya mendapat nilai jelek, saya bersedia menambah jam les tanpa dibayar dan memberikan dia rewards asal dia tidak menyerah karena nilai yg anjlok.

Semuanya terdengar klise sekali. Tapi beginilah alasan saya. Saya hidup dari orang tua yaitu Ayah saya yg seorang pimpinan dalam kantor dan ibu saya seorang staf ahli hukum di kantor walikota yg gajinya cukup untuk membiayai saya kuliah dan keperluan saya sehari hari. Mungkin karena itu saya jarang memikirkan berapa yg saya dapat. Bukan tidak butuh uang, namun hidup saya sudah cukup. Dan semoga Allah akan terus mencukupi hidup saya bersama apa yg saya cita citakan. 

Bonus foto Calon guru 😂

foto ini diambil 1 jam sebelum Ujian Micro Teaching

Penulis adalah Tukang Desain Nusadaily Group

- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com Nadzira Shafa sempat hamil anak Ameer Azzikra #tiktoktaiment ♬ Filtered Light - Nik Ammar / Mike Reed