Yusril Ihza Mahendra Kuasa Hukum ASRI : Argumentasi Hukum Kami Insya Allah Sudah Kokoh

  • Whatsapp
Yusril Ihza Mahendra Kuasa Hukum ASRI
Yusril Ihza Mahendra Kuasa Hukum ASRI.
banner 468x60

NUSADAILY.COM-LABUHANBATU- Yusril Ihza Mahendra Kuasa Hukum ASRI berbincang dengan nusadaily.com terkait kasus gugatan hukum ke Mahkamah Konstitusi (MK). Gugatan oleh pasangan calon Bupati Labuhanbatu Andi Suhaemi – Faisal Amri. Yakni terkait kalah suara pasca pemilihan suara ulang (PSU) yang digelar KPU Labuhanbatu pada (24/04/2021). Diduga karena adanya kecurangan yang dilakukan oleh KPPS.

BACA JUGA: Kalah di Pemungutan Suara, ASRI Ajukan Gugatan ke MK -nusadaily.com

Baca Juga

BACA JUGA: Gugat ke MK Asri Pakai 8 Advokat, Salah Satuny Yusril – imperiumdaily.com

Hal itu tertulis dalam isi gugatan yang dilayangkan ke MK sebanyak 23 halaman  pada point’ ke 16 menyebutkan. Bahwa praktik pelanggaran dan kecurangan yang terjadi  dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Labuhanbatu Tahun 2020. Ini yang merugikan Perolehan Suara Pemohon secara masif dan signifikan tersebut terjadi dengan banyak pola pelanggaran.

Pada point’ ke 16 huruf A menyebutkan” KPPS memberikan kesempatan kepada Pemilih yang tidak menunjukkan E- KTP Labuhanbatu untuk memilih. Sehingga bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang – undangan yang berlaku dan dapat diskualifikasi sebagai pemilih yang tidak berhak.

Pemilu Labuhanbatu Dianggap Langgar LUBER dan Jurdil

Lalu, pada point’ ke 16 huruf B menyebutkan’ KPPS di Labuhanbatu memberikan kesempatan kepada pemilih yang tidak melampirkan formulir Model A.5 KWK. Dan dimasukkan sebagai pemilih DPPh. Sehingga bertentangan dengan syarat Pemilih DPPh sebagaimana diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Selanjutnya, pada point’ ke 16 huruf C  juga menyebutkan, pemilihan yang melanggar Asas Pemilihan Langsung, Bebas dan Rahasia ( Luber) dan Jujur Adil (Jurdil). Karena pemilih Disabilitas diarahkan untuk memilih pasangan calon nomor urut 02 di Labuhanbatu.

Profesor, DR, Yusril Ihza Mahendra SH,M,Sc dikonfirmasi Nusadaily.com via WhatsApp Messenger App, Jumat (30/04/2021) membenarkan dirinya sebagai kuasa hukum pasangan petahana Labuhanbatu tersebut.

“Ya benar kami sudah memdaftarkan permohonan pembatalan hasil rekap PSU di Kab Labuhanbatu ke MK kemarin Kamis 29/4 jam 12.02 WIB. Sebelum lewat waktu tiga hari sejak KPU Kab Labuhanbatu menetapkan hasil rekap. Karena permohonan pembatalan sudah didaftar, KPU seyogianya menunda penetapan paslon pemenang sampai MK memutuskan permohonan kami. Kami sedang menyiapkan surat ke KPU Labuhanbatu agar menunda penetapan paslon pemenang sampai adanya putusan MK. Nanti kita lihat akan seperti apa bunyi putusan MK tersebut,” balas WhatsApp Messenger mantan Menteri Hukum dan Ham di era pemerintahan Megawati.

Yusril Soal Kasus Labuhanbatu: Saya Manusia Biasa

Ditanya kembali oleh awak media ini, apakah Bapak yakin gugatan tersebut akan dikabulkan MK?, Mantan Menteri Sekretaris Negara di era pemerintahan SBY itu menyebutkan argumentasi hukum mereka untuk kasus Labuhanbatu sudah kokoh.

“Argumentasi hukum yang kami susun Insya Allah cukup kokoh. Apakah akan dikabulkan atas tidak tergantung pertimbangan majelis hakim MK. Saya yakin MK akan bersikap obyektif,” balasnya kembali soal kasus Labuhanbatu.

Disebutkan oleh awak media ini bahwasanya, khalayak ramai banyak mengetahui tangan dingin Yusril ketika menangani sebuah perkara di MK. Mendengar nama Yusril sebagai kuasa hukum dari Paslon 03 Labuhanbatu, para pendukungnya banyak berharap dan yakin permohonan itu terkabul. Profesor Yusril menegaskan, seorang advokat dilarang oleh kode etik. Yakni tidak boleh menjanjikan kemenangan pada klien, keluarga dan pendukungnya. 

“Saya hanyalah manusia biasa. Saya berusaha memberikan yang terbaik pada klien dengan prinsip kerja jujur dan profesional. Ada kalanya saya menang, ada kalanya saya kalah di pengadilan. Seorang advokat dilarang oleh Kode Etik untuk menjanjikan kemenangan kepada klien, keluarga dan pendukungnya,” papar Yusril Ihza Mahendra Kuasa Hukum ASRI soal kasus Labuhanbatu.

Ditanya kembali, apakah dugaan kecurangan terindikasi adanya money politik di Labuhanbatu? Ahli Tata Negara yang pernah menjadi pemeran utama  film Laksama. Cheng Ho itu belum bisa memastikan hal itu.

“Saya belum bisa memastikan hal itu. Kami sedang mendalami alat bukti yang relevan untuk dibawa ke MK,” sebutnya terkait kasus Labuhanbatu.

Kuasa Hukum Erik Astrada – Ellya Rosa Beri Tanggapan

Ahmad Rivai Hasibuan SH, selaku kuasa hukum pasangan calon Bupati Labuhanbatu Erik Atrada – Ellya Rosa diminta tanggapannya tentang adanya gugatan tersebut via selular, Sabtu (/04/2021) mengatakan tidak perlu menanggapi adanya gugatan tersebut.

“Kita tidak perlu menanggapi hal itu, kita hanya mendesak KPU agar melakukan tahapan – tahapan penetapan dari tanggal 30 sampai tanggal 3 Mei,”ungkapnya soal gugatan kasus Labuhanbatu.

Ditanya kembali, bagaimana jika KPU tidak mau melaksanakan penetapan tersebut karena adanya gugatan ke MK atas perkara Labuhanbatu. Rivai mengatakan akan melakukan koordinasi dengan fatnernya dan mengambil langkah hukum juga.

Ditanya, apakah menurutnya gugatan petahan Labuhanbatu tersebut akan ditolak MK,Ahmad Rivai tidak mau berspekulasi tentang hal itu.

“Kita tidak berani seperti yang lain – lain, semua itu kembali kepada keputusan pimpinan MK. Kita juga belum ahli, jadi gak berani mengatakan itu ditolak atau tidak. Kita hanya meminta KPU melakukan penetapan, karena itu sudah diumumkan,” ucapnya mengakhiri soal kasus Labuhanbatu.(jok/cak)