Waspada Banjir Dan Longsor, Inilah Titik Rawan Bencana Di Kabupaten Trenggalek

  • Whatsapp
banner 468x60

NUSADAILY.COM – TRENGGALEK – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek menghimbau masyarakat untuk lebih waspada memasuki pergantian musim.

Warga diminta waspada terhadap bencana banjir dan tanah longsor yang sering terjadi di Kabupaten Trenggalek.

Baca Juga

“Dalam beberapa waktu lalu pemerintah kabupaten Trenggalek, telah memetakan sejumlah titik yang dinilai rawan bencana. Diantaranya enam prioritas jalur yang dinilai rawan longsor, tujuh jalur rawan banjir dan beberapa desa di Kecamatan Durenan rawan terjadi puting beliung. “Itu zona prioritas kemarin,” kata Kepala BPBD Trenggalek, Djoko Rusianto, Kamis (16/1/2020).

Enam jalur prioritas rawan longsor itu diantaranya adalah Jalur Trenggalek-Ponorogo di kilometer 14 sampai kilometer 18, Jalur Bendungan menuju Tulungagung via Selingkar Wilis, Jalur Ngadimulyo di Kecamatan Kampak menuju Besuki di Kecamatan Munjungan, Jalur Suruh-Dongko-Nglebeng, Jalur Watuagung menuju Prigi dan Jalur Panggul-Munjungan -Watulimo via Jalur Lintas Selatan.

Daerah rawan banjir meliputi Jalur Kendalrejo- Kedunglurah- Bendorejo, Jalan Soekarno-Hatta hingga Panglima Soedirman, Jalur Tamanan hingga Sumber, Jalur di Kecamatan Tugu mulai Jambu hingga Pasar Dermosari, Jalur Desa Jati, Jalur Kecamatan Panggul mulai Wonocoyo hingga Nglebeng dan Jalur Kecamatan Munjungan mulai Bendorejo hingga Craken. “Harus waspada di zona-zona itu,” imbuhnya.

Antisipasi dini sudah dilakukan pemda untuk meminimalisir dampak bencana alam.

Diantaranya adalah menyiapkan sejumlah peralatan penanggulangan kebencanaan, pemasangan rambu-rambu hingga kesiapan personel.

Pemda bersama pihak terkait telah membentuk sejumlah posko kebencanaan. “Kita antisipasi sedini mungkin risiko bencana,” kata Djoko.

Upaya pemda lainnya adalah menjaga keseimbangan alam dengan gerakan menanam pohon.

Gerakan ini masif dilakukan oleh pemda hingga pihak kepolisian serta beberapa pihak terkait lainnya.

Reboisasi ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi banjir dan tanah longsor di Trenggalek.(abi)

Post Terkait

banner 468x60