Total Pasien COVID-19 Sembuh di Babel Menjadi 3.449 Jiwa

  • Whatsapp
Babel
Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Babel, Andi Budi Prayitno. (ANTARA/Aprionis)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – PANGKALPINANG – Satgas Penanganan COVID-19 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyebutkan 132 pasien COVID-19 pada Senin (25/1), dinyatakan sembuh, sehingga kumulatif orang terbebas dari  SARS-CoV-2 bertambah menjadi 3.449 jiwa.

“Penambahan orang sembuh dari COVID-19 hari ini menjadikan persentasenya ini naik 83,96 persen dibandingkan hari sebelumnya,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Babel, Andi Budi Prayitno di Pangkalpinang, Selasa.

Baca Juga

BACA JUGA: Pasien COVID-19 Sembuh Mencapai 407 Orang di Penajam Paser Utara – Nusadaily.com

Ia mengatakan berdasarkan data terbaru Senin (25/1) malam, jumlah orang sembuh dari COVID-19 mencapai 3.449 atau bertambah 132 pasien yang tersebar di Kota Pangkalpinang 36 orang, Kabupaten Bangka 57, Bangka Tengah 34 dan Bangka Barat 5 orang pasien.

Sementara itu, pasien meninggal dunia akibat COVID-19 sebanyak 78 orang. Dalam isolasi/perawatan 581 (bertambah 118 dan berkurang 132) dan kumulatif kasus konfirmasi 4.108 (bertambah 118).

BACA JUGA: Pasien COVID-19 Terus Bertambah, RSUD Pandan Arang Boyolali Tambah Bangsal Isolasi untuk COVID-19 – Noktahmerah.com

Kumulatif kasus COVID-19 mencapai 4.108 orang tersebut tersebar di Pangkalpinang 1.568 (bertambah 47), Bangka 1.152 (bertambah 58), Bangka Tengah 628 (bertambah 12)
Bangka Barat 212, Bangka Selatan 108, Belitung 303, Belitung Timur 137 (bertambah 1).

“Penambahan 118 orang terpapar COVID-19 hari ini kian menambah panjang daftar orang yang positif di Babel. Dan hal ini sudah barang tentu bisa dikatakan sebagai rapor merah,” ujarnya.

BACA JUGA: Kehadiran Asrama Pasien Covid-19 Jadi Jawaban Kekhawatiran Isoman di Trenggalek – Javasatu.com

Menurut dia penambahan kasus ini menjadi catatan khusus yang kian mengafirmasi bahwa penyebaran dan penularan virus Corona belum berakhir, masih terus terjadi. Dan faktanya wabah/virus ini ada di sekitar lingkungan masyarakat.

“Apalagi dengan munculnya kluster perkantoran, kluster fasilitas kesehatan, kluster keluarga dan kluster perumahan. Serta kluster perkebunan, kluster pesantren, kluster perkumpulan, kluster panti asuhan, dan kluster kampung dalam kasus terakhir,” katanya.(eky)