Target PAD Sektor Pariwisata Solok Selatan Rp250 Juta

  • Whatsapp
​​​​​​​Deatinasi wisata Hot Water Boom di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat yang ramai dikunjungi masyarakat saat libur panjang sebelum masa pandemi COVID-19 (ANTARA/Erik IA)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – PADANG ARO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok Selatan, Sumatera Barat, menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata sebesar Rp250 juta pada 2021.

“Sekarang masih masa pandemi dan kalau nanti saat libur panjang destinasi wisata belum boleh dibuka, maka target Rp250 juta akan direvisi sebab tidak mungkin menetapkan target sedangkan destinasi ditutup,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Solok Selatan Harry Trisna di Padang Aro, Senin.

Baca Juga

BACA JUGA : Presiden Harapkan KRL Yogya-Solo Mendongkrak Ekonomi dan Pariwisata – Nusadaily.com

Dia mengatakan destinasi wisata di Solok Selatan yang menyumbangkan PAD bagi daerah hanya hot water boom sedangkan yang lainnya tidak ada.

Hot water boom, katanya, merupakan satu-satunyanya destinasi yang dikelola pemerintah daerah, sedangkan yang lainnya pengelolaan oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) maupun perorangan.

“Destinasi wisata yang dikelola Pokdarwis belum menyumbangkan PAD bagi daerah,” ujarnya.

BACA JUGA : Sektor Pariwisata Banjarnegara Harus Kedepankan Sapta Pesona – Noktahmerah.com

Pada 2020 katanya, target PAD Solok Selatan sebanyak Rp50 juta dan realisasinya Rp101 juta.

Dia menjelaskan untuk 2021 anggaran pembangunan pariwisata sangat kecil hanya ada Rp50 juta untuk peningkatan air angek Sawah Kareh Rp50 juta itu pun dari DPRD.

Sedangkan untuk hot water boom hanya untuk perencanaan dokumen evaluasi lingkungan hidup di sebesar Rp200 juta.

BACA JUGA : Luhut Berencana Buka Kembali Pariwisata di Bali – Beritaloka.com

Dia menambahkan pada 2019 dan 2020 pembangunan pariwisata Solok Selatan mengandalkan Dana Alokasi Khusus (DAK) tetapi tahun ini tidak ada.

Menurut dia, pada 2022 pemerintah daerah berencana menyusun master plan wisata minat khusus.

“Tujuan pariwisata sebetulnya untuk meningkatkan perekonomian warga sehingga makin banyak destinasi dikelola kelompok masyarakat akan lebih bagus hanya saja tidak ada PAD-nya,” ujar Harry.(lal)