Tak Kantongi Izin dan Timbulkan Kerumunan, Turnamen Game Online di Sulbar Dibubarkan

  • Whatsapp
tidak mengantongi izin
Turnamen game online Free Fire yang dilaksanakan di Gedung Assamalewuang, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, Senin (23/11). Foto: Dok. Istimewa
banner 468x60

NUSADAILY.COM – MAJENE – Turnamen game online Free Fire yang diikuti oleh ratusan peserta dan dilaksanakan di Gedung Assamalewuang, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, Senin (23/11) dibubarkan. Polisi bersama Satpol PP melakukan pembubaran lantaran kegiatan tersebut tidak memiliki izin dan menimbulkan kerumunan.

BACA JUGA: Anies Menyetop Ijin Keramaian di Ibukota, Kenapa?

Baca Juga

Dilansir dari Kumparan.com, Kepala Satpol PP Majene, Zaenal Arifin, mengatakan panitia kegiatan sudah dimintai klarifikasi di Polres Majene terkait perizinan kegiatan, baik dari kepolisian maupun tim Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Majene.

“Kami membubarkan acara itu karena dia mengundang bukan hanya dari Majene saja. Tapi kabupaten lain, Polman (Polewali Mandar) dengan Mamuju juga hadir,” kata Zaenal.

Selain itu, sebut Zaenal, pihaknya juga memeriksa kelengkapan. Karena gedung yang digunakan untuk menyelenggarakan turnamen itu milik Pemkab Majene.

Dikatakan, tidak ada perlawanan saat pembubaran karena panitia menyadari tidak mempunyai izin dan pesertanya kebanyakan anak di bawah umur. Terkait sanksi, Zaenal menyerahkan sepenuhnya ke pihak kepolisian.

“Kalau dari kami, satpol PP, hanya sanksi sosial. Kalau disorong di kepolisian, tidak tahu seperti apa penindakannya,” ujarnya.

Kabag Operasi Polres Majene, AKP Ujang Saputra, menambahkan pembubaran turnamen game online itu dilakukan karena pihak penyelenggara dan peserta tidak mematuhi protokol kesehatan COVID-19, seperti memakai masker.

BACA JUGA: Satpol PP DKI Dalami Sanksi Keramaian Tebet-Pondok Ranggon

“Kami melakukan pembubaran kegiatan turnamen itu secara persuasif karena jumlah peserta dalam kegiatan ini kurang lebih 380 orang. Selain melanggar protokol kesehatan, penyelenggara juga tidak memiliki izin keramaian atau pemberitahuan kegiatan kepada pihak kepolisian dan surat rekomendasi kegiatan dari Tim Gugus COVID-19. Sehingga ini adalah alasannya untuk membubarkan game online itu,” jelasnya.

Menurut keterangan salah seorang panitia, kegiatan itu atas inisiatif anggota komunitas game online yang ada di daerah tersebut. Mereka beralasan tidak mengurus surat pemberitahuan ke kepolisian dan tim Gugus Tugas Penanganan COVID-19. Karena tak mengetahui tata cara pengurusan perizinan berkegiatan tersebut. (ian)