Ratusan Nakes di Nagan Raya Belum Bisa Disuntik Vaksin

  • Whatsapp
Vaksin
Petugas menurunkan vaksin COVID-19 Sinovac-Biofarma di halaman Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, Senin (1/2/2021). (FOTO ANTARA/Teuku Dedi Iskandar)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – SUKA MAKMUE – Dinas Kesehatan Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh menyatakan sebanyak 481 tenaga kesehatan di daerah itu hingga Kamis belum bisa dilakukan penyuntikan vaksin anti COVID-19, karena berbagai faktor alasan kesehatan.

“Dari total 1.991 tenaga kesehatan di Kabupaten Nagan Raya, hanya sekitar 1.510 tenaga kesehatan yang sudah dilakukan penyuntikan vaksin COVID-19,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nagan Raya Aceh Haji Said Azman didampingi Sekretaris Dinas Arafik Karim di Suka Makmue, Kamis.

Baca Juga

BACA JUGA: Pemerintah Mengalokasikan 4.200 Hektare Replanting Sawit di Nagan Raya – Nusadaily.com

Menurut dia sebanyak 481orang tenaga kesehatan yang saat ini belum bisa dilakukan vaksinasi tersebut, disebabkan karena beberapa faktor kesehatan.

Di antaranya seperti dalam kondisi hamil, gangguan kesehatan, serta kurangnya ketersediaan dosis vaksin yang disalurkan oleh pemerintah pusat ke daerah.

“Kurangnya ketersediaan vaksin COVID-19 ini juga menjadi kendala penyuntikan seluruh tenaga kesehatan di Nagan Raya,” kata Said Azman menambahkan.

BACA JUGA: Benar Tak Ada Efek Samping, Nakes di Nagan Raya Rebutan Minta Divaksin – Noktahmerah.com

Meski belum bisa dilakukan penyuntikan pada tahap pertama dan tahap kedua, pihaknya memastikan 481 tenaga kesehatan tersebut tetap akan dilakukan vaksinasi. Setelah kondisi kesehatan membaik dan vaksin tersedia.

Said Azman juga menegaskan pihaknya optimistis penyuntikan seluruh tenaga kesehatan dan pejabat publik di daerah ini berjalan lancar. Karena saat ini tingkat kepercayaan tenaga kesehatan untuk mendapatkan vaksin mengalami peningkatan.

BACA JUGA: ASN KIP Nagan Raya Aceh Ditangkap Polisi Terkait Sabu – Imperiumdaily.com

Optimisme tersebut, kata dia, muncul setelah tenaga kesehatan melihat langsung rekan tenaga kesehatan yang sudah mendapatkan penyuntikan vaksin. Tidak mengalami gejala negatif pascapenyuntikan vaksin pada tahap pertama sejak 10 Februari 2021 lalu.

Bahkan saat dilakukan penyunytikan tahap kedua pada Rabu, 24 Februari 2021 lalu juga tidak ditemukan adanya gangguan kesehatan setelah para tenaga kesehatan mendapatkan penyuntikan vaksinasi, demikian Said Azman.(eky)