Ratusan Massa Anarkis Dipukul Mundur PAM Pengamanan Pilkada Banyuwangi

  • Whatsapp
simulasi kerusuhan pilkada banyuwangi
banner 468x60

NUSADAILY.COM – BANYUWANGI – Ratusan massa pendukung pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati ‘Anchor’ di Banyuwangi berbuat anarkis dengan merusak sejumlah fasilitas umum pada Rabu, 16/9. Beruntung, dengan kepiawaian dan kesigapan ratusan personel PAM Pengamanan Pilkada, massa yang beringas akhirnya bisa dikendalikan.

Kerusuhan itu terjadi akibat pendukung pasangan ‘Anchor’ tidak terima jagoan mereka kalah dalam kontestasi pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi 2020. Mereka melurug kantor KPU dan menuntut Ketua KPU agar bertanggungjawab karena disinyalir telah terjadi kecurangan saat rekapitulasi suara.

"
"

Baca Juga

"
"

BACA JUGA: LaNyalla Siap Perjuangkan Pendiri Al Wasliyah Jadi Pahlawan Nasional

Sayangnya, Ketua KPU tak kunjung muncul hingga akhirnya massa mulai bertindak anarkis. Mereka mulai melempari petugas keamanan dengan berbagai material serta merusak berbagai fasilitas umum.

Menghadapi massa yang bringas, ratusan personel PAM Pengamanan Pilkada Banyuwangi yang terdiri dari unsur Kepolisian, Brimob, Dinas perhubungan dan Satpol PP langsung bertindak. Beberapa ekor anjing polisi juga diterjunkan untuk membubarkan massa.

Namun massa semakin beringas dengan melempari petugas dengan batu serta membakar sejumlah fasilitas umum yang berada di sekitar kantor KPU. Petugas akhirnya menyemprotkan air dari water canon ditambah gas air mata hingga membuat pengunjukrasa mundur.

Sejumlah demonstran yang pingsan langsung dievakuasi dengan menggunakan protokol kesehatan. Petugas pun berhasil mengendalikan situasi dan mengamankan para pengunjuk rasa yang anarkis.

BACA JUGA: Pengadaan APD di TPS Saat Pencoblosan Pilwali Blitar Digelontor Rp 3 Miliar

Situasi di atas bukanlah kondisi sebenarnya. Penanganan massa anarkis tersebut hanyalah simulasi PAM Pilkada 2020 yang digelar oleh Polresta Banyuwangi di depan Pendapa Sabha Swagata Blambangan. Kegiatan ini sebagai bentuk kesiapan untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan selama pelaksanaan ajang pesta rakyat di Bumi Blambangan.

Simulasi ini disaksikan langsung oleh Wakapolda Jawa Timur, Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo didampingi lima Kapolres di wilayah eks Karesidenan Besuki. Hadir pula dalam kesempatan tersebut, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas beserta jajaran forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda).

“Hari ini kita melihat bersama bagaimana kesiapan unsur pengamanan yang ada di Banyuwangi. Mulai dari TNI-Polri dan aparat yang lain serta penyelenggara yang ada di Banyuwangi untuk mempersiapkan tahapan Pilkada. Baik saat pemungutan suara maupun paska pemungutan,” kata Wakapolda.

Wakapolda mengapresiasi kesiapsiagaan PAM Pengamanan Pilkada di Banyuwangi, baik dalam pengendalian massa maupun pelaksanaan protokol kesehatan. “Latihan tadi menggambarkan kesiapan pengamanan pemilu di Banyuwangi. yang tidak kalah penting, pelaksanaan latihan tadi semua harus mentaati protokol kesehatan,” imbuhnya.

“Itu yang utama. Karena pemilu serentak hari ini berbeda dengan pemilu-pemilu sebelumnya. Kita menghadapi COVID-19. Juga kasus COVID-19 di Jatim masih tinggi. Masyarakat maupun petugas dan penyelenggara harus bisa bersama-sama menjaga ini. Itu hukumnya wajib,” tambah Wakapolda.

Dengan segala persiapan yang baik ini, Jendral bintang satu ini berharap perhelatan Pilbup Banyuwangi 2020 bisa berjalan kondusif tanpa ada rintangan berarti. “Dan yang penting juga, semoga saat Pilkada serentak ini semuanya terhindar dari COVID-19,” tutup Mantan Kapolres Banyuwangi ini. (ozi)

Post Terkait

banner 468x60