Progres Jalan Tol Indralaya-Prabumulih Mencapai 29,5 Persen

  • Whatsapp
Foto udara pembangunan proyek jalan tol Trans Sumatera ruas Palembang-Bengkulu Seksi Indralaya-Prabumulih di Indralaya, Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, Kamis(3/9/2020). (ANTARA/Nova Wahyudi/20)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – PALEMBANG – Progres pembangunan Jalan Tol Indralaya – Prabumulih, Sumatera Selatan, tercatat mencapai 29,5 persen dari total 65 kilometer jalan yang targetkan rampung pada 2022.

Project Director Jalan Tol Indralaya – Prabumulih PT Hutama Karya (Persero) Hasan Turcahyo di Palembang, Kamis, mengatakan progres konstruksi tersebut sesuai dengan jadwal yang disusun perusahaan.

Baca Juga

BACA JUGA : DPUPR Lebak Mengapresiasi Jalan Tol Serang-Panimbang Tumbuhkan Ekonomi – Nusadaily.com

“Itu untuk keseluruhan progres proyek jalan tol yang terdiri dari enam zona,” kata dia.

Adapun progres konstruksi yang tergolong cepat berada di zona 1, Sta.0+000 – Sta.10+500 di Kabupaten Ogan Ilir, yang telah mencapai 74,04 persen.

“Kami mulai pembangunan pada Juli 2020 dan ruas tol ini ditargetkan rampung pada pertengahan 2022,” kata Hasan.

BACA JUGA : Jasa Marga Tangani Genangan Air di Jalan Tol Jakarta-Cikampek – Noktahmerah.com

Ia menjelaskan pengerjaan ruas Indralaya – Prabumulih berbarengan pula dengan pembangunan di ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) lainnya, yakni Betung—Tempino – Jambi, Jambi – Rengat dan Rengat – Pekanbaru.

Hasan mengemukakan tak ada kendala yang signifikan dalam proses pembangunan ruas yang menelan investasi senilai Rp6,67 triliun itu. Bahkan pembangunan konstruksi juga masih berbarengan dengan proses pembebasan lahan.

“Di semua zona itu masih ada pembebasan tanah, namun tidak mengganggu, pembangunan tetap jalan,” katanya.

BACA JUGA : MLFF Untuk Tingkatkan Standar Pelayanan Minimum Jalan Tol – Beritaloka.com

Berdasarkan catatan perseroan, terdapat lahan sepanjang 45,23 kilometer yang siap konstruksi. Sementara sisanya status validasi seluas 12,85 km, inventarisasi sepanjang 11,7 km dan konsinyasi sepanjang 4,11 km.

Menurut Hasan, lahan yang dibebaskan Hutama Karya berasal dari kepemilikan perusahaan sebanyak 23 persen, seperti milik PTPN VII unit Cinta Manis, sementara sisanya merupakan milik masyarakat.

“Kami juga mendapat dukungan dari pemerintah daerah sehingga bisa mempercepat pembangunan jalan tol, karena ini JTTS merupakan proyek strategis nasional,” katanya.

Ruas Indralaya – Prabumulih merupakan bagian dari JTTS yang akan menyambungkan Sumatera Selatan dengan Bengkulu.(lal)