Program Padat Karya Tanam Mangrove Dijalankan di Ogan Komering Ilir

  • Whatsapp
tanam mangrove
Seremoni pelaksanaan program padat karya penanaman mangrove di kawasan pesisir Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. (ANTARA/HO Pemkab Ogan Komering Ilir)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – KAYUAGUNG – Pemerintah menjalankan program padat karya penanaman mangrove di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Provinsi Sumatera Selatan, untuk membantu warga pesisir yang terdampak pandemi COVID-19.

BACA JUGA: Antisipasi Megathrust, Kemensos Siapkan 1 Juta Bibit Mangrove

Baca Juga

Wakil Bupati Ogan Komering Ilir Jakfar Sodiq di Kayuagung, Selasa, mengatakan. Program pemulihan ekonomi tersebut sangat membantu warga kawasan pesisir yang kegiatan ekonominya terganggu semasa pandemi.

Di Kabupaten Ogan Komering Ilir, program padat karya tanam mangrove dilaksanakan di 3 Desa. Yakni Desa Simpang Tiga Abadi, Desa Simpang Tiga Jaya, dan Desa Sungai Lumpur di wilayah Kecamatan Tulung Selapan.
​​​​​​​
Penanaman mangrove dilakukan di area seluas 230 hektare dengan melibatkan 456 orang yang tergabung dalam lima kelompok. Yakni Kelompok Bakau Abadi yang beranggotakan 100 orang. Kelompok Peduli Mangrove beranggota 100 orang, Bakau Jaya Abadi beranggota 100 orang, Hutan Mangrove 96 orang anggota, dan Pencinta Mangrove beranggotakan 65 orang.

Kelompok Bakau Abadi melakukan penanaman mangrove di areal seluas 50 hektare, Kelompok Peduli Mangrove menanami 50 hektare lahan, Kelompok Bakau Jaya Abadi menanami area seluas 50 hektare, Kelompok Hutan Mangrove menanami 50 hektare lahan, dan Kelompok Pencinta Mangrove menanami lahan seluas 30 hektare.

“Dalam program ini, (penyaluran dana) mulai dari persiapan hingga penanaman langsung dibayarkan ke masyarakat. Melalui mekanisme transfer ke rekening kelompok, sehingga program diharapkan benar-benar tepat sasaran,” kata Jakfar.

BACA JUGA: Dukung PEN, KLHK Tinjau Penanaman Mangrove di Bali

Kepala Balai Pengelolaan DAS dan Hutan Lindung Musi Siswo mengatakan bahwa program ini merupakan program pemulihan ekonomi nasional di bidang lingkungan hidup dan kehutanan.

“Di Sumsel kami lakukan di Kabupaten Banyuasin dan Ogan Komering Ilir,” kata dia.

Menurut dia, program tersebut dilaksanakan dengan melibatkan 629 orang selama 34.076 hari orang kerja. (ian)