Polisi Dalami Kematian Julianto Nainggolan Warga Bekasi dalam Sumur Tua di Labuhanbatu

  • Whatsapp
banner 468x60

NUSADAILY.COM – LABUHANBATU – Kematian Julianto Nainggolan (26) warga Bekasi yang ditemukan di dalam sumur rumah rumah tua yang sudah lama tidak dihuni, Sabtu, (17/04/2021) di Jalan HM Said Lingkungan Kedai Bawah, Kelurahan Sigambal, Kecamatan Rantau Selatan, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara masih menyisihkan sejuta tanya. Bunuh diri atau dibunuh?

Baca Juga

Atas peristiwa yang tragis dan masih menjadi misteri, Satreskrim Polres Labuhanbatu dan Keposian Sektor Bilah Hulu, masih mendalami kasus tersebut guna mengungkap tabir hal yang sebenarnya.

“Masih kita lakukan penyelidikan, belum bisa kita ketahui bunuh diri atau dibunuh, karena belum ada saksi yang mengkuatkan kenapa korban bisa sampai ke tempat itu. Ya kita masih lidiklah dulu,,” kata Kapolsek Bilah Hulu AKP Ramses Panjaitan menjawab Nusadaily.com via selular, Minggu( 18/04/2021).

Apakah Julianto korban pembunuhan atau bagaimana bisa sampai ke sana dan masuk ke lubang sumur, Tim Polsek Bilah Hulu telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan menemukan sandal jepit swallow putih di TKP.

Polisi juga sudah memperoleh SIM dan dokumen kependudukan korban berupa KTP dan Kartu Keluarga atas nama Julianto Nainggolan. Dalam KK nomor 3216062108140010 yang dikeluarkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bekasi 21 Agustus 2014, tercatat Julianto Nainggolan sebagai kepala keluarga (KK sendiri) belum menikah dan belum bekerja.

Pada KTP tercatat, Julianto Nainggolan penduduk Kampung Jati, Gang Mushola, RT 005/RW 003, Desa Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Korban juga memiliki SIM C yang dari Polres Metro Tangerang yang berlaku hingga 20 Juli 2023.

Penemuan mayat Julianto sempat menggegerkan warga Sigambal, Sabtu (17/4/2021) siang. Apalagi warga tidak mengenali jenazah yang telah membengkak dan menimbulkan aroma bau yang menyengat.

Setelah mayat dievakuasi ke RSUD Rantauprapat, pria bernama Charles Situmorang, warga Lingkungan Sukadame Padangpasir Kelurahan Urungkompas Kecamatan Rantau Selatan Kabupaten Labuhanbatu, datang menemui pihak rumah sakit dan kepolisian, mengaku keluarga korban ingin menjemput jenazah, Sabtu (17/4/2021) sore.

Julianto Baru Datang dari Bekasi

Charles ke pihak kepolisian menyebut Julianto keponakannya baru datang dari Bekasi, Senin (12/4). Namun setengah jam setelah sampai di rumahnya, Julianto pergi dan tak pulang-pulang.

“Ini keponakan saya datang dari Bekasi. Dia datang berkunjung rumah saya hari Senin 12 April 2021. Cuma setengah jam di rumah, kemudian pergi dan menghilang. Kami juga berupaya mencarinya, bahkan sampai dibuat di media sosial,” kata Charles Situmorang.

Charles menduga Julianto mengalami depresi setelah gagal sekolah pastor, beberapa tahun lalu.

“Dia sudah dua kali datang ke rumah. Dia ini kayaknya depresi. Dia putus sekolah pastor di Bandung. Mungkin itulah sebabnya jadi depresi,” sebutnya menduga.

Sebelumnya, tambah Charles, setelah keluar dari sekolah pastor, Julianto sudah beberapa kali hilang, pergi dari rumah. Namun dalam beberapa kejadian sebelumnya, selalu membawa HP/telepon seluler dan memberitahu keberadaannya.

Saat itu ke pihak kepolisian, Charles menyebut keluarga tidak akan melakukan outopsi terhadap jenazah, tetapi segera diserahkan ke keluarga untuk dikebumikan. Mereka iklas atas kepergian Julianto dan menganggap peristiwa ini jalan hidup korban.(jok/aka).