Polda dan 100 Jawara Persilatan se-Banten Deklarasikan Cinta Damai

  • Whatsapp
jawara banten
Kapolda Banten irjen Pol Drs. Fiandar saat menyaksikan penanda tanganan kesepakatan dengan salah satu 100 Jawara persilatan dalam deklarasi Banten Cinta Damai. (Humas Polda Banten for Nusadaily.com)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – BANTEN – Sebanyak 100 Perguruan jawara persilatan Se-Provinsi Banten bersama kepolisian daerah (Polda) Banten dan Korem 064/MY, mengadakan kegiatan Deklarasi Cinta Damai untuk menolak tindak anarkis, dengan tema Banten Cinta Damai di Mapolda Banten, Selasa (20/10/2020).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kapolda Banten irjen Pol Drs. Fiandar, Wakapolda Banten Brigjen Pol Drs. Wirdhan Denny, bersama PJU Polda Banten, M.M., M.H, Danrem 064/MY Brigjen TNI Drs. Gumuruh W,S.E.,M.B.A, Kepala BIN Daerah Banten, Tokoh jawara dan Sebanyak 100 perguruan jawara persilatan.

Baca Juga

Dalam kesempatan tersebut Kapolda Banten Irjen Pol Drs. Fiandar mengatakan Deklarasi damai yang dilakukan oleh para Jawara Banten ini merupakan kelanjutan dari deklarasi sebelumnya, yang dilakukan oleh 25 OKP dan Ormas yang Tujuannya, untuk menolak tindak anarkis dalam setiap penyampaian pendapat dimuka umum Banten Cinta Damai.

“Deklarasi ini muncul, karena ada pertentangan UU cipta kerja, perbedaan itu biasa, namun perbedaan ini jangan diimplementasikan dalam anarkisme. Salah satu budaya Banten tampil disini, untuk mendeklarasikan diri Banten cinta damai,” kata Fiandar

Fiandar juga menyampaikan begitu juga halnya dalam pelaksanaan pilkada di empat daerah, Kota Cilegon, Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang dan Kota Tangsel, bisa berlangsung damai, tanpa ada konflik horizontal. Masyarakat dihimbau agar tidak mudah terprovokasi dan termakan isu hoax.

“Saya yakin semuanya mendukung deklarasi cinta damai, anti kekerasan. Dikedepankan dialog, bicarakan masalahnya, jika tidak ada titik temu tempuh jalur hukum bukan jalanan. Jadi tidak usah pakai otot, pengerusakan, bentrok antara aparat dengan warga tidak perlu, mubajir, rugi kita semua,” ungkap Fiandar.

Sementara itu Menurut KH.Embay Mulya Syarief, tokoh masyarakat sekaligus pria yang dikenal sebagai Jawara Putih, berharap Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) ikut serta menjaga kondusifitas di perkampungannya. Sehingga keamanan dan ketertiban bisa terpelihara.

Menurut Embay, perusuh dan perusak Banten, bukan warga Banten. Karena orang asli Banten, dikenal cinta damai dan sangat toleran.

“Yang bikin ribut bukan orang Banten, mereka orang luar yang hanya bikin gaduh. Sampaikan ke seluruh jajaran (DKM), semoga bisa diikuti oleh lingkungan masjid-masjid di seluruh Banten. Bagi yang bikin rusuh, mereka akan ditindak dengan tegas,” kata Embay,

Ditempat yang sama. Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Pendekar Banten, Abdurrahman juga menambahkan jika dirinya bersama seluruh anggotanya akan ikut serta menjaga ketertiban dan keamanan di Bumi Jawara.

“Jawara bersama Polda Banten, menyatakan bahwa jawara Banten mendukung cinta damai. Tentunya kami berharap Banten cinta damai,” kata Abdurrahman

Hal senada juga disampaikan Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi mengatakan bahwa dalam deklarasi itu, 100 Perguruan jawara persilatan Provinsi Banten menyatakan sikap dengan tekad berperan aktif menjaga serta memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat wilayah Banten.

Kemudian, menjaga kerukunan mempererat tali persaudaraan sesama anak bangsa. Menolak segala bentuk kekerasan, anarkisme dan tindakan melanggar hukum. Menolak segala bentuk berita bohong dan hoax yang menimbulkan jebencian yang berlatarbelakang suku ras dan golongan.

“Bertekad mengedepankan dialog dengan prinsip musyawarah dan mufakat demi terciptanya kedamaiakan dan kerukunan kehidupan bermasyarakat,” tutup Edy Sumardi.(sir)

Post Terkait

banner 468x60