Penyedia Jasa Rental Kos Di Tulungagung, Akhirnya Ditahan

  • Whatsapp
banner 468x60

NUSADAILY.COM – TULUNGAGUNG – Satreskrim Polres Tulungagung melalui Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) rupanya serius menyelesaikan kasus rental kos yang ada di Tulungagung, buktinya setelah memeriksa Zaki (19) warga Sumbergempol sebagai pemberi jasa layanan rental kamar kost selama lebih kurang 10 jam, akhirnya polisi menetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka.

Zaki menjadi tersangka, karena dengan sengaja menyediakan kamar atau tempat untuk mempermudah perbuatan cabul.

Baca Juga

Kapolres Tulungagung, AKBP Eva Guna Pandia mengatakan, tersangka diperiksa sejak Rabu sore kemarin hingga malam hari, selain penyedia kamar kost, pihaknya juga memeriksa dua orang lainnya yakni Satria (21) warga Tulungagung dan Durotun Nafsiah (21) warga kediri yang berperan sebagai penyewa kamar kost tersebut.

“sudah kita mintai keterangan, ada 3 orang kita mintai keteranagan, satu tersangka yakni penyedia kamar kost kita amankan, statusnya sebagai tersangka” ujarnya.

Dihadapan penyidik, tukang toko bangunan ini mengakui semua perbuatannya, dirinya sengaja menyewakan kamar kostnya dengan tarif 20 ribu perjam hingga 100 ribu rupiah untuk ongkos sewa sehari semalam.

Kamar tersebut disewakan melalui media sosial, namun banyak juga pelanggannya yang sudah pernah menyewa, menghubunginya melalui kontak nomer Whatsapp.

Pandia menjelaskan, tersangka sudah beroperasi sejak 3 bulan terakhir dengan rata rata penyewa sebanyak 10 orang sebulan.

“ditawarkan melalui medsos, tapi ada juga yang sudah kenal langsung pesan melalui nomor whatsapp” jelasnya.

Atas tindakannya tersebut, tersangka Zaky dijerat dengan pasal 296 KUHP dengan ancaman hukuman 16 bulan penjara, walaupun ancaman hukumannya kurang dari 5 tahun namun yang bersangkutan tetap ditahan sebab masuk dalam pengecualian sesuai dengan KUHAP pasal 21.

Dalam pasal 296 berbunyi, barang siapa yang mata pencahariannya atau kebiasaanya yaitu dengan sengaja mengadakan atau memudahkan perbuatan cabul dengan orang lain diancam dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan.

Kini yang bersangkutan ditahan di Mapolres Tulungagung, guna proses hukum lebih lanjut.(fim)

Post Terkait

banner 468x60