Penyaluran Pembiayaan Rumah Bersubsidi Bank Nagari Mencapai 536 Unit

  • Whatsapp
Bank Nagari Cabang Utama di Padang, Sumatera Barat. (ANTARA/ Mutiara)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – PADANG – Bank Nagari telah menyalurkan Kredit Pemilikan Rumah Sejahtera-Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR Sejahtera- FLPP) sebanyak 536 unit hingga akhir Mei 2021.

“Realisasi penyaluran target tahun 2021 ini sampai posisi Mei 2021 sudah mencapai 536 unit rumah dengan total plafon Rp71,7 miliar,” kata Direktur Utama Bank Nagari di Padang, Senin.

Baca Juga

BACA JUGA : Kejari Purwokerto Bangun Perumahan Bersubsidi-Nonsubsidi di Banyumas – Nusadaily.com

Ia mengatakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menetapkan target penyaluran KPR-FLPP kepada Bank Nagari sebanyak 1.100 rumah di 2021.

Penyaluran rumah subsisidi itu terdiri dari KPR-FLPP Konvensional sebanyak 900 unit dan Pembiayaan Perumahaan FLPP Syariah sebanyak 200 rumah.

BACA JUGA : Pastikan Elpiji Bersubsidi Tepat Sasaran, Pemkot Malang Luncurkan Aplikasi Si Melon Ijo – Imperiumdaily.com

Irsyad menyampaikan bagusnya penyaluran KPR-FLPP Bank Nagari ini tidak terlepas dari sinergi dan kerja sama Bank Nagari dengan asosiasi pengembang seperti DPDP REI Sumbar, Apersi dan Himpera.

Bank Nagari juga menyediakan fasilitas pembiayaan kepada para pengembang melalui skim Kredit Modal Kerja Multiguna-Konstruksi Perumahan (KMKMG-KP).

BACA JUGA : Tiga Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Menjadi Contoh Zona Integritas – Noktahmerah.com

Membantu Modal Kerja

Pembiayaan itu guna membantu modal kerja pengembang dalam pembangunan perumahan yang sudah jelas konsumennya, termasuk dukungan biaya pengadaan lahannya.

Menurut Irsyad dengan penyaluran KPR-FLPP dan bergeraknya developer membangun komplek-komplek perumahan tersebut merupakan nyata dalam bergeraknya recovery ekonomi.

“Sebab, proyek perumahan tersebut adalah padat karya dan mempunyai banyak turunan sektor yang terkait. Seperti penyediaan tenaga kerja, bahan bangunan, transportasi, dan lainnya.

Sebagaimana diketahui, lanjutnya pemerintah fokus dalam menyediakan hunian layak dengan harga terjangkau dan cicilan ringan kepada kelompok Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Baik kelompok masyarakat berpenghasilan tetap ataupun wiraswasta, melalui skema KPR Bersubisidi.

KPR tersebut mempunyai tenor sampai 20 tahun dan suku bunga atau margin hanya 5 persen per tahun dan tidak akan berubah sampai akhir jangka waktu.

“Ini merupakan suatu angin segar bagi keluarga muda dan masyarakat dengan kemampuan keuangan terbatas untuk memiliki hunian milik sendiri,” ucapnya.

Tahun 2020, pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menetapkan target penyaluran KPR-FLPP kepada Bank Nagari sebanyak 1.000 unit rumah.

Bank Nagari mampu merelaisasikannya sebanyak 1.064 unit dengan total plafond penyaluran mencapai sekitar Rp 139,4 miliar.(lal)