Pemkot Kupang Dinilai Lamban Tangani Sampah Pasca Bencana

  • Whatsapp
Kordinator Wilayah VII Pengurus Pusat GMKI, Donald Isacus Paut
Koordinator Wilayah VII Pengurus Pusat GMKI, Donald Isacus Paut
banner 468x60

NUSADAILY.COM – KUPANG – Masyarakat Kupang mengeluhkan Pemerintah Kota Kupang yang dinilai lamban mengatasi dampak bencana dari badai Siklon Tropis Seroja. Salah satu persoalan adalah sampah yang menggunung. 

Hal ini disampaikan Kordinator Wilayah VII Pengurus Pusat GMKI, Donald Isacus Paut kepada Nusadaily.com di Posko Relawan Bencana Badai Siklon Tropis Seroja, Pengurus Pusat GMKI Wilayah VII, Kelapa Lima, Kota Kupang, NTT, Rabu (14/04/21).

Baca Juga

“Sekitar sembilan hari puncak badai siklon tropis seroja melanda NTT, terdapat berbagai persoalan pasca bencana. Pemerintah Daerah baik Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kota dan Kabupaten untuk serius menangani persoalan ini, seperti contoh perhatian yang diberikan oleh Presiden Jokowi,” kata Nando sapaan karibnya dilansir Nusadaily.com.

Nando juga meminta Gubernur NTT menangani langsung persoalan sampah di Kota Kupang. “Persoalan Sampah yang menggunung dan bau juga menjadi perhatin kami. Kami bahkan telah mengumpulkan puluhan relawan untuk membantu Pemerintah Kota Kupang dalam menyelesaikan persoalan sampah di Kota ini. Relawan sudah datang dan akan berangkat ke titik-titik menggunungnya sampah. Pihak Dinas Kebersihan Kota Kupang dalam hal ini Kadis Kebersihan ketika dihubungi berkali – kali  diminta bantuan fasilitas alat angkut malah tidak menjawab panggilan telpon dari kami. Dari uraian tersebut jelas terlihat ketidakseriusan Pemerintah Kota Kupang dalam meneyelesaikan persoalan yang terjadi di Kota Kupang. Kita mahasiswa tidak punya sumberdaya yang cukup selain tenaga sehingga tindak mungkin membantu secara lebih baik tanpa fasilitas alat angkut sampah. Kami minta Gubernur NTT untuk menangani langsung masalah sampah di Kota Kupang, kami siap memberikan bantuan tenaga,” tegas Mantan Ketua Cabang GMKI Kalabahi tersebut.

Nando juga meminta Gubernur untuk memberikan peringatan tegas serta menangani langsung persoalan – persoalan di daerah yang Pemerintah Daerahnya tidak memberikan perhatian serius terhadap dampak bencana.

“Kami minta Gubernur NTT memberi peringatan tegas. Kalau perlu menangani langsung berbagai persoalan pasca bencana di NTT yang Pemerintah Daerahnya tidak memiliki keseriusan dalam menangani persoalan pasca bencana,” pinta Nando.

Nando Paut juga menyoroti persoalan pendidikan di Kota Kupang.

“Selain personal sampah kami juga menyoroti persoalan pendidikan di Kota Kupang terutama persiapan ujian akhir. Karena fasilitas seperti signal internet terganggu maka Pemerintah Kota Penting untuk memfasilitasi tempat khusus untuk membantu siswa maupun mahasiswa untuk mengerjakan tugas dan kegiatan pendidikan lainnya tanpa mengabaikan protokol Kesehatan Covid-19,” harap Nando. (bai/wan)