Pemkot Batam Targetkan Vaksinasi Remaja Selesai dalam 10 Hari

  • Whatsapp
Vaksinasi
Seorang siswa mendapatkan vaksin COVID-19 di Kota Batam Kepulauan Riau, Ahad (4/7). ANTARA/ Naim
banner 468x60

NUSADAILY.COM – BATAM – Pemerintah Kota Batam Kepulauan Riau menargetkan vaksinasi COVID-19 terhadap seluruh anak sekolah usia di atas 12 tahun di daerah setempat selesai dalam waktu 10 hari, setelah pelaksanaan pertama, Ahad.

“Target kami 10 hari selesai, untuk anak sekolah. Mudah-mudahan jumlah vaksin cukup,” kata Wali Kota Batam Muhammad Rudi usai meninjau pelaksanaan vaksinasi di SMAN 1 Batam, Ahad.

Baca Juga

BACA JUGA: Kota Batam Terancam Kekurangan Vaksin COVID-19 – Nusadaily.com

Pemkot Batam menggelar vaksinasi usia remaja itu di langsung sekolah tempat mereka menggali ilmu.

Pemkot mencatat terdapat sekitar 120.000 anak usia kategori itu. Meski begitu, Wali Kota menyatakan tidak membatasi untuk hingga 17 tahun saja. Namun seluruh anak yang masih bersekolah di SMA sederajat.

“Karena mungkin ada yang terlambat sekolah atau sebagainya,” kata Wali Kota.

Pada pelaksanaan vaksinasi perdana Ahad, pemerintah menyiapkan sekitar 7.000 dosis vaksin di enam sekolah.

Dalam kesempatan itu, ia menyatakan jumlah vaksin yang tersedia di Batam saat ini menipis, dan diperkirakan habis pada Senin atau Selasa (5 atau 6 Juni 2021).

Ia berharap Pemprov Kepri dan pemerintah pusat segera memasok vaksin untuk Batam agar vaksinasi tidak berhenti. Baik vaksinasi anak sekolah maupun warga di atas 18 tahun.

Di tempat yang sama Wakil Gubernur Kepri Marlin Agustina mengatakan vaksinasi untuk anak sekolah merupakan syarat dibukanya kembali kegiatan belajar mengajar tatap muka.

“Syarat sekolah tatap muka dibuka bertahap yaitu guru dan anak sudah divaksin,” kata dia.

Vaksinasi anak sekolah, kata dia, menggunakan Sinovac yang dinilai tidak disertai efek usai imunisasi yang berat ketimbang AstraZeneca.

BACA JUGA: Polda Jatim Ambil Bagian Dalam Pengungkapan 2,5 Ton Sabu – Javasatu.com

Dalam kesempatan itu, ia mengingatkan para siswa untuk tetap menjalankan protokol kesehatan, meski sudah menerima vaksin.

“Vaksin bukan obat, tapi membentuk imun agar bisa melawan virus yang masuk. Anak-anak agar tetap menjaga protokol kesehatan, masker tetap dipakai,” katanya.(eky)