Pemkab Mimika Sampai Saat Ini Belum Terima Jatah Vaksin COVID-19

  • Whatsapp
Vaksin
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika Reynold Ubra menjelaskan rencana pelaksanaan vaksinasi COVID-19.(ANTARA/Evarianus Supar)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – TIMIKA – Pemerintah Kabupaten Mimika hingga kini belum menerima jatah vaksin COVID-19 dari Dinas Kesehatan Provinsi Papua. “Sampai sekarang kami masih terus menunggu apakah nanti Mimika masuk dalam daftar kabupaten/kota yang melaksanakan vaksinasi COVID-19 secara serentak pada tanggal 13 dan 14 Januari 2021 atau tidak,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika Reynold Ubra di Timika, Rabu.

“Memang sesuai juknis (petunjuk teknis) daerah yang mengikuti program vaksinasi COVID-19 secara serentak yaitu ibu kota negara dan ibu kota provinsi,” ia menambahkan.

BACA JUGA: Presiden Jokowi Jalani Vaksinasi COVID-19 Pertama – Nusadaily.com

Ia menjelaskan bahwa Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika telah menetapkan 39.632 orang sebagai sasaran vaksinasi COVID-19 tahap pertama antara Januari hingga April.

Dari Januari hingga Februari, ia mengatakan, targetnya sebanyak 1.723 tenaga kesehatan sudah 100 persen tervaksinasi.

Setelah itu, menurut dia, vaksinasi akan dilakukan pada 17.231 orang yang terdiri atas petugas pelayanan publik, aparatur sipil negara, aparat TNI dan Polri, petugas bandara, pekerja media massa, dan petugas kantor kesehatan bandara.

BACA JUGA: Vaksinasi Kabupaten Malang Diawali 10 Pejabat Pada Februari 2021 – Javasatu.com

Sebanyak 20.678 penduduk dengan kategori usia lanjut, berusia 59 tahun ke atas, ia mengatakan, akan menjadi target vaksinasi selanjutnya.

Reynold mengatakan bahwa Kabupaten Mimika membutuhkan sekitar 99.080 dosis vaksin COVID-19.

Pemerintah Kabupaten Mimika akan melaksanakan vaksinasi di fasilitas kesehatan utama yang memenuhi persyaratan, yakni Rumah Sakit Umum Daerah, Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM), dan Rumah Sakit Tembagapura.

Fasilitas kesehatan tersebut sudah memiliki tenaga pelaksana vaksinasi terlatih, tempat penyimpanan vaksin yang dapat dikontrol setiap saat, serta surat izin operasional fasilitas kesehatan.

Selain itu, vaksinasi akan dilaksanakan di 35 Pos Pelayanan Imunisasi COVID-19 yang meliputi 21 puskesmas. Serta klinik kesehatan swasta dan dokter praktik mandiri yang bermitra dengan BPJS Kesehatan.

Dalam pelaksanaannya, petugas pemerintah akan mendata warga sasaran vaksinasi dan menghubungi mereka untuk mengatur jadwal vaksinasi.

Setiap fasilitas kesehatan akan memberikan pelayanan vaksinasi enam sesi dalam sehari dan setiap sesi maksimal melayani 20 orang.



“Vaksin COVID-19 disiapkan secara gratis oleh pemerintah, tanpa dipungut bayaran,” kata Reynold.

BACA JUGA: Vaksin Covid-19 bisa Memperbesar Penis 7cm? Ini Faktanya – Imperiumdaily.com

Ia menjelaskan bahwa vaksinasi dilakukan untuk membangun kekebalan terhadap infeksi virus corona penyebab COVID-19.

“Masyarakat tidak perlu takut, tetap menerapkan protokol kesehatan terutama 3M (mencuci tangan, menggunakan masker, dan menjaga jarak),” katanya.(eky)

Post Terkait

banner 468x60