Pemerintah Pusat Bangun 10 Jembatan Senilai Rp300 Miliar di NTT

  • Whatsapp
Seorang ibu dan anaknya di Desa Tunbaun, Kecamatan Amarasi Barat, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur harus melintasi jalan alternatif setelah jalan raya di daerah itu longsor akibat badai siklon tropis seroja pada Minggu (4/4/2021) lalu. (Antara/ Benny Jahang)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – KUPANG – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) segera membangun 10 jembatan senilai Rp300 miliar yang rusak akibat terdampak bencana alam badai siklon tropis seroja di Nusa Tenggara Timur.

“Ada 10 jembatan besar di Nusa Tenggara Timur yang rusak akibat hantaman badai siklon tropis seroja segera dibangun tahun ini,” kata Kepala Biro Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Provinsi Nusa Tenggara Timur, Marius Ardu Jelamu di Kupang, Senin.

Baca Juga

BACA JUGA : Kemenkominfo Bangun 422 Unit BTS di NTT pada 2021 – Nusadaily.com

Ia menyebutkan beberapa jembatan yang segera dibangun pada 2021 seperti jembatan Termanu di Kabupaten Kupang dan jembatan Benenai di Kabupaten Malaka.

“Masih ada delapan jembatan besar lainnya yang rusak akibat badai siklon seroja yang dipastikan dibangun dalam tahun ini,”tegasnya.

BACA JUGA : Nobu Bank Bantu UMKM Terdampak Bencana Badai Seroja di NTT – Imperiumdaily.com

Marius Ardu Jelamu mengatakan, pemerintah pusat mengelontorkan anggaran sebesar Rp300 miliar untuk proses pembangunan sepuluh jembatan itu.

Dia menambahkan pembangunan 10 jembatan itu dilakukan dalam tahap masa rehabilitasi dan rekonstruksi dampak kerusakan akibat bencana alam badai siklon tropis seroja di NTT.

BACA JUGA : Mensos Tak Kenal Lelah Ajak Dunia Usaha Bantu Tangani Korban Bencana NTT – Noktahmerah.com

Menurut Marius, para kontraktor yang mengerjalan 10 jembatan itu sudah berada di NTT untuk memulai pembangunan jembatan itu.

Ditargetkan pembangunan jembatan itu selesai dilakukan pada akhir tahun 2021.

“Pembangunan kembali 10 jembatan itu dilakukan agar kegiatan sosial ekonomi masyarakat kembali mengeliat,” tegas Marius.(lal)