Pemerintah Bangun Dua Pelabuhan Baru di Bali

  • Whatsapp
Ground breaking pembanungan pelabuhan di Bali. (foto: sirhan/nusadaily.com)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Pemerintah membangun infrastruktur berupa dua pelabuhan di Bali sebagai upaya guna meningkatkan kualitas pariwisata di wilayah itu.

"
"

Baca Juga

"
"

Peletakan  batu pertama pembangunan pelabuhan penyebrangan  ini  sudah dilaksanakan oleh menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi Senin lalu  (3/8), didua  tempat yang berbeda yaitu  Pelabuhan Sampalan di Pulau Nusa Penida dan  Pelabuhan Bias Munjul di Pulau Nusa Ceningan, Kabupaten Klungkung Provinsi Bali.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengatakan, pemerintah terus meningkatkan pembangunan infrastruktur untuk mendukung sektor pariwisata yang saat ini sedang dikebut pengembangannya.

Ke depan perubahan tren baru pariwisata sesudah pandemi COVID-19 akan bermuara pada ‘quality tourism’ atau perjalanan pariwisata yang lebih berkualitas. Dengan pengembangan infrastruktur di Bali sudah tentu akan meningkatkan kualitas pariwisata di sana,” ujarnya.

Wishnutama juga menjelaskan, salah satu strategi wisata yang baik yakni tidak hanya membangun infrastruktur, membuat konsep promosi, dan membangun sumber daya, melainkan menciptakan daya tarik wisata baru bagi pariwisata Indonesia dengan menerapkan protokol kesehatan berbasis CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability).

Bisnis pariwisata adalah bisnis kepercayaan. Pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif Bali harus menjalankan protokol kesehatan dengan tanggung jawab sehingga mampu membangun kepercayaan dan rasa aman bagi wisatawan,” kata Wishnutama.

Pembangunan Pelabuhan untuk Dukung Pariwisata

Sementara itu menteri perhubungan  Budi Karya Sumadi mengatakan Pembangunan kedua pelabuhan tersebut untuk mendukung pariwisata di Bali. Yang termasuk ke dalam Pelabuhan Segitiga Emas (Sanur, Nusa Penida dan Nusa Ceningan/Lembongan) dan terhubung dengan Pelabuhan Sanur yang terletak di Denpasar.

“Insya Allah kedua pelabuhan ini bisa selesai dalam waktu sembilan bulan atau pertengahan tahun 2021,” kata Menhub Budi Karya.

Dirinya juga  menjelaskan jika pihaknya telah menggelar rapat secara intensif dengan Pemprov Bali untuk membicarakan dukungan transportasi terhadap pariwisata di Bali. Seperti konsep super hub tourism, maritim, dan penelitian tentang rencana akses darat menuju Bali Utara.

“Presiden Joko Widodo berpesan agar Bali bisa menjadi super hub tourism tidak hanya bagi Indonesia tetapi sampai Asia Tenggara bahkan Australia,” kata  Menhub.

Ditempat yang sama Gubenur Bali I Wayan Koster mengungkapkan dibangunnya kedua pelabuhan akan memudahkan aksesibilitas menuju kawasan segitiga emas.  Sehingga dapat mendorong peningkatan jumlah wisatawan baik wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara. Selain itu, keberadaan pelabuhan juga dapat mendukung aktivitas keagamaan masyarakat Bali.

Rencananya, Pelabuhan Sampalan akan dibangun dua lantai dengan luas area kolam 9.000 meter persegi, kapasitas sandar 10 speedboat. Dengan estimasi biaya pembangunan Rp 86,7 miliar. Sedangkan Pelabuhan Bias Munjul akan dibangun menjadi dermaga bagi speed boat dan kapal Ro-ro, dengan estimasi biaya pembangunan sebesar Rp 109,6 miliar.(sir/aka)

Post Terkait

banner 468x60