Pembatasan Arus Jelang Lebaran Hanya Antarprovinsi

  • Whatsapp
Antarprovinsi karena
banner 468x60

NUSADAILY.COM – BANJARMASIN – Kapolres Tala AKBP Cuncun Kurniadi di Pelaihari, Jumat, mengatakan pembatas arus lalu lintas menjelang lebaran hanya diberlakukan untuk antarprovinsi.

BACA JUGA : Antisipasi Lonjakan Arus Mudik, Polres Sumenep Perketat Pengamanan Perbatasan – Nusadaily.com

“Hal itu disampaikan saat menggelar rapat kordinasi bersama Pemerintah Kabupaten Tanah Laut dan lintas sektoral untuk persiapan pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah,” katanya.

Kapolres dalam rapat kordinasi (rakor) itu menindaklanjuti sinergitas yang sebelumnya telah dilakukan pada jajaran tingkat pusat terkait persiapan pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1442 H.

Adapun pembahasan pada rakor tersebut, menurut dia, mengenai arus lalulintas, pelaksanaan protokol kesehatan untuk shalat Ied dan pembatasan kunjungan wisata.

BACA JUGA : Pesan Rerie: Konsistensi Pencegahan Penyebaran Covid-19 selama Ramadan dan Idul Fitri harus Ditingkatkan – Noktahmerah.com

“Acara ini momentum untuk membangun sinergitas seluruh instansi,” ujarnya.

Dijelaskannya, arus lalu lintas tidak ada pembatasan wilayah di Tanah Laut pembatasan hanya diberlakukan untuk antar provinsi.

Namun, pihaknya juga tetap melakukan “rapid test” atau tes cepat COVID-19 secara acak (random) kepada pemudik.

BACA JUGA : Bassra: Harus Ada Pembatasan di Suramadu, Jangan Dibiarkan! – Beritaloka.com

“Hal ini kami lakukan sebagai upaya pengamanan wilayah Tala terutama dari penyebaran COVID-19,” katanya.

Pelaksanaan Malam Takbiran

Bukan itu saja, pihaknya bersyukur pelaksanaan malam takbiran di Kabupaten Tanah Laut tidak dilaksanakan sehingga tidak ada pusat kerumunan yang terjadi pada malam hari raya.

Sedangkan terkait pelaksanaan Shalat Id, pihaknya akan berkoordinasi dengan panitia pelaksanaan agar tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Jamaah harus menggunakan masker dan masker disediakan di lokasi untuk diberikan ke jamaah yang lupa membawa masker,” ungkapnya.

Pada lokasi wisata, selain antisipasi penggunaan jalur alternatif, juga diberlakukan pembatasan jam dan pengunjung.

“Jika pengunjung ada sekitar 50 persen, maka harus ditutup.Tidak diberlakukan pengunjung menginap di lokasi wisata,” tegasnya.

Sementara itu, Sekda Tala Dahnial Kifli mengatakan, Pemkab Tala sangat mendukung upaya yang dilakukan oleh jajaran Polres.
“Kami sangat mendukung langkah – langkah yang dilakukan Polres Tala,” katanya.

Turut hadir pada acara tersebut diantaranya Wakil Ketua DPRD Tala Rahimullah, Kasdim Mayor Anton, Ketua FKUB Makmun, Kadis Satpol PP dan Damkar M Kusri, Kadis Perhubungan Gentri Yuliantono, Perwakilan Kemenag, dan petinggi jajaran Polres Tala serta Polsek.(ros)