Pekanbaru Undur Jadwal Penerimaan Peserta Didik Baru

  • Whatsapp
di
Ilustrasi - Wali Kota Pekanbaru Firdaus tinjau proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SD dan SMP setempat sudah penuhi protokol COVID-19, Pekanbaru Kamis (2/7/2020). (Vera Lusiana)

NUSADAILY.COM – PEKANBARU – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru mengumumkan pengunduran jadwal penerimaan peserta didik baru (PPDB), dari seharusnya 1 Juli hingga 7 Juli, menjadi 5 hingga 11 Juli 2021.

“Jadwal yang sudah direncanakan itu terpaksa diundur ke tanggal 5 Juli hingga 11 Juli, karena terkendala regulasi,” kata Kepala Disdik Kota Pekanbaru Ismardi Ilyas di Pekanbaru, Senin.

Bacaan Lainnya

BACA JUGA: Diduga Terlibat Aksi Premanisme, 79 Pemuda Ditangkap Polisi Pekanbaru – Nusadaily.com

Dikatakan Ismardi, saat ini Disdik Kota Pekanbaru masih menunggu regulasi dari Disdik Provinsi Riau. Regulasi ini akan mengatur seperti apa proses detail PPDB. Hal ini erat kaitannya dengan kondisi saat ini yang masih dalam pandemi COVID-19.

“Sehingga dibutuhkan aturan khusus untuk penyelenggaraan PPDB guna menghindari munculnya klaster baru COVID-19 saat proses pendaftaran peserta didik baru,” katanya.

Diakuinya, secara umum gambaran proses PPDB tingkat SMP Pekanbaru akan berlangsung secara daring, walaupun akan ada tatap muka sewaktu-waktu untuk pemberkasan, sedangkan PPDB untuk tingkat SD hanya sebagian yang dilaksanakan daring.

“Jadi nanti teknisnya ini yang masih kami tunggu regulasinya dan akan diumumkan pekan depan, begitu juga persyaratannya,” katanya.

BACA JUGA: Jokowi Dijadwalkan Pantau Vaksinasi Massal di Pekanbaru 19 Mei – Noktahmerah.com

Namun demikian, ia mengimbau kepada seluruh sekolah, guru, dan orang tua yang akan mendaftarkan anaknya dalam proses PPDB, wajib mematuhi protokol kesehatan agar pelaksanaan PPDB ini sukses dan tidak ada yang tertular COVID-19.

“Kami meminta kepala sekolah memantau dan mengingatkan penerapan 5 M di lingkungan sekolah. Yakni menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mencegah mobilitas interaksi,” ujarnya.(eky)

Pos terkait