Paus Biru yang Terdampar dan Mati di Kupang NTT Hilang Tanpa Jejak

  • Whatsapp
ikan paus biru
Warga menyaksikan paus biru yang terdampar dan mati di pesisir pantai Kota Kupang, Selasa (21/7) kemarin. (Antara/Ho)
banner 468x60

NUSADAILY.COM-KUPANG – Paus biru atau Blue Whale terdampar dan mati di pesisir pantai Kecamatan Nunhila, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Selasa 21 Juli 2020 siang. Anehnya, pada Rabu 22 Juli 2020 pagi, paus itu telah menghilang.

Beberapa warga yang melintas di sekitar lokasi sempat berhenti untuk mencari tahu keberadaan paus tersebut. Namun paus bernama latin Balaenoptera musculus itu tak terlihat. Padahal kondisi air sedang surut.

Baca Juga

“Tadi malam masih ada di sini. Pagi ini saya turun ke pesisir untuk melihatnya, tapi sudah tidak ada lagi. Mungkin hanyut terbawa air laut saat sedang pasang,” kata Ansel, warga Nunhila yang ditemui di lokasi.

Ia meyakini tak mungkin ada yang bisa menarik paus yang beratnya mencapai sekitar 100 ton tersebut.

“Semalam kami dari BBKSDA menerjunkan tim untuk bertugas menjaga paus tersebut. Namun paus itu hanyut,” ujar dia.

Paus Kemungkinan Hanyut

Sementara itu Kepala Bidang Teknis Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) NTT Zaydi mengatakan paus itu kemungkinan hanyut terbawa oleh air laut saat pasang.

Ia mengatakan sudah mendapatkan laporan dari petugas BBKSDA yang bertugas menjaga paus terdampar dan mati tersebut.

Zaydi mengatakan bahwa pada Selasa malam sekitar pukul 22.30 Wita, tim UPS BBKSDA NTT yang piket di lokasi melaporkan paus sudah mengambang di air dan hanyut.

Tim lalu berusaha mencari paus tersebut. Lalu berusaha mengejar paus itu dengan speed boat. Namun tak terkejar karena hilang. Apalagi keadaan di laut semakin gelap .

“Teman-teman tetap melakukan upaya pencarian dan penyisiran sampai saat ini,” katanya.

Kepala Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang Ikram Sangadji ketika dikonfirmasi mengaku belum mendapatkan informasi itu. Ia mengatakan akan terjun langsung ke lokasi untuk memastikan hilangnya paus itu.

“Kalau sudah hilang akan sulit dilacak. Kalau badannya sudah membusuk dan perutnya pecah, akan tenggelam sendiri,” tambah dia.

Ia juga mengatakan bahwa paus itu dilaporkan pertama kali oleh warga pada Selasa (21/7), pukul 10.00 Wita. Namun baru terdampar di pesisir pantai itu sekitar pukul 15.00 Wita.

Pada Rabu (22/7) pukul 10.00 Wita rencananya akan dilakukan penguburan di dalam pasir seperti yang dilakukan sebelum-sebelumnya.

Sampai pukul 08.10 Wita, proses pencarian paus biru itu masih dilakukan oleh para petugas. (yos)

Post Terkait

banner 468x60