Paus Biru Terdampar yang Hilang Telah Ditemukan, Hari Ini Dikubur

  • Whatsapp
ikan paus biru terdampar
Arsip Foto. Bangkai paus biru terdampar di pesisir pantai Kupang, Selasa (21/7/2020). (ANTARA/HO BKSDA)
banner 468x60

NUSADAILY.COM-KUPANG – Paus biru (blue whale) mati dan terdampar yang sempat menghilang dari pantai Nunhila, Kota Kupang, NTT akhirnya ditemukan kembali.

Paus biru itu ditemukan tim gabungan dari Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang di pesisir Pulau Semau, Kabupaten Kupang.

Baca Juga

“Sudah ditemukan oleh tim gabungan Rabu 22 Juli 2020 siang di pesisir pantai di pulau Semau. Ditemukan dalam keadaan mengapung,” kata Kepala BKKPN Ikram Sangadji kepada Kantor Berita Antara di Kupang, Rabu malam.

Bangkai paus biru itu rencananya dikubur pada Kamis 23 Juli 2020 hari ini. Bangkai paus biru tersebut sudah mulai membusuk. Beberapa bagian kulitnya sudah terkelupas dan mengeluarkan bau tak sedap.

Ikram Sangadji menjelaskan, paus biru itu sepanjang 29 meter. Setelah ditemukan, pihaknya dibantu nelayan menarik paus itu menggunakan kapal lampara menuju ke Desa Lifuleo, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang.

Baca pula: Paus Biru yang Terdampar dan Mati di Kupang NTT Hilang Tanpa Jejak

Direncanakan akan dilakukan penguburan paus yang mati tersebut di pesisir Pantai Air Cina, Desa Lifuleo, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang. Di pantai ini memiliki pesisir pantai yang sangat luas.

Saat ini kata dia, satu unit eksavator sedang dikerahkan untuk menguburkan paus biru tersebut. Paus itu sendiri kata dia sudah membusuk atau sudah masuk dalam kode tiga.

Lebih lanjut kata dia, sebenarnya paus biru itu akan dikuburkan di pesisir pantai Nunhila, Kota Kupang pada Rabu (22/7) pukul 10.00 Wita. Tetapi pagi harinya paus itu hilang akibat hanyut. Lalu ditemukan terdampar di tempat lain. Proses dan waktu penguburan pun berubah.

Petugas Ambil Sampel dari Bangkai Paus

Sementara Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional Kupang memeriksa bangkai paus biru (Balaenoptera musculus) itu. Bangkai paus biru sepanjang 29 meter dengan perkiraan berat 100 ton.

“Sebelum dikubur, kami akan ambil sampel isi perut untuk diteliti. Sekaligus melihat ada tidaknya sampah di dalam perut paus ini,” kata Kepala Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang Ikram Sangadji, Kamis.

Ikram mengatakan bangkai paus biru itu harus segera ditangani sesuai panduan penanganan bangkai mamalia laut supaya tidak menjadi sumber penyakit.

Dia mengemukakan kemungkinan paus biru itu membawa parasit Anisakis typica yang bisa menyebabkan zoonosis, penyakit hewan yang bisa menular ke manusia.

“Parasit ini bersifat zoonosis yang dapat bertransmisi dari ikan ke manusia. Termasuk bila ikan dikonsumsi dalam kondisi mentah,” kata Ikram. Ia lalu mengimbau warga tidak mendekati bangkai paus biru itu.

Tim BKKPN Kupang sudah mengambil sampel daging dan kulit bangkai paus biru yang terdampar di Pantai Nunhila serta mengirimnya ke Universitas Udayana Bali dan Unversitas Nusa Cendana Kupang untuk diperiksa. (yos)

Post Terkait

banner 468x60